Tampilkan postingan dengan label Renungan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Renungan. Tampilkan semua postingan

Rabu, 13 Maret 2013

Kenapa Surga Ada Di Bawah Telapak Kaki Ibu..?

(Seorang sahabat menerjemahkan dari versi aslinya “the Story of The One-Eyed Mother”).
Ibuku hanya memiliki satu mata.

Aku membencinya… dia sungguh membuatku menjadi sangat memalukan.

Dia bekerja memasak buat para murid dan guru di sekolah… untuk menopang keluarga.

Ini terjadi pada suatu ketika aku duduk di sekolah dasar dan ibuku datang. Aku sungguh dipermalukan. Bagaimana bisa ia tega melakukan ini padaku? Aku membuang muka dan berlari meninggalkannya saat bertemu dengannya.

Keesokan harinya di sekolah…

“Ibumu bermata satu?!?!?…. ejek seorang teman.

Akupun berharap ibuku segera lenyap dari muka bumi ini.

Jadi kemudian aku katakan pada ibuku, “Ma… kenapa engkau hanya memiliki satu mata?! Kalau engkau hanya ingin aku menjadi bahan ejekan orang-orang , kenapa engkau tidak segera mati saja?!!?

Ibuku diam tak bereaksi.

Aku merasa tidak enak, namun disaat yang sama, aku rasa aku harus mengatakan apa yang ingin aku katakan selama ini… Mungkin ini karena ibuku tidak pernah menghukumku, akan tetapi aku tidak berfikir kalau aku telah sangat melukai perasaannya.

Malam itu…Aku terjaga dan bangun menuju ke dapur untuk mengambil segelas air minum.

Ibuku sedang menangis disana terisak-isak, mungkin karena khawatir akan membangunkanku. Sesaat kutatap ia, dan kemudian pergi meninggalkannya.

Setelah aku mengatakan perasaanku sebelumnya padanya, aku merasa tidak enak dan tertekan. Walau demikian, aku benci ibuku yang menangis dengan satu mata. Jadi aku bertekad untuk menjadi dewasa dan menjadi orang sukses .

Kemudian aku tekun belajar. Aku tinggalkan ibuku dan melanjutkan studiku ke Singapore.

Kemudian aku menikah. Aku membeli rumahku dengan jerih payahku. Kemudian, akupun mendapatkan anak-anak, juga.

Sekarang aku tinggal dengan bahagia sebagai seorang yang sukses. Aku menyukai tempat tinggal ini karena tempat ini dapat membantuku melupakan ibuku.

Kebahagiaan ini bertambah besar dan besar, ketika…

Apa ?! Siapa ini?!

Ini adalah ibuku… Masih dengan mata satunya. Aku merasa seolah-olah langit runtuh menimpaku. Bahkan anak-anakku lari ketakutan melihat ibuku yang bermata satu.

Aku bertanya padanya, “Siapa kamu?!. Aku tidak mengenalmu!! !? kukatakan seolah-olah itu benar. Aku memakinya, “Berani sekali kamu datang ke rumahku dan menakut-nakuti anak-anakku! KELUAR DARI SINI!! SEKARANG JUGA!!!?.

Ibuku hanya menjawab, “Oh, maafkan aku. Aku mungkin salah alamat?” Kemudian ia berlalu dan hilang dari pandanganku.

Oh syukurlah… Dia tidak mengenaliku. Aku agak lega. Kukatakan pada diriku kalau aku tidak akan khawatir, atau akan memikirkannya lagi. Dan akupun menjadi merasa lebih lega…

Suatu hari, sebuah undangan menghadiri reuni sekolah dikirim ke alamat rumahku di Singapore. Jadi, aku berbohong pada istriku bahwa aku akan melakukan perjalanan dinas. Setelah menghadiri reuni sekolah, aku mengunjungi sebuah gubuk tua, dulu merupakan rumahku… Hanya sekedar ingin tahu saja.

Di sana , aku mendapati ibuku terjatuh di tanah yang dingin. Tapi aku tidak melihatnya ia mengeluarkan air mata. Ia memegang selembar surat ditangannya… Sebuah surat untukku.


“Anakku…

Aku rasa hidupku cukup sudah kini…

Dan… aku tidak akan pergi ke Singapore lagi…

Tapi apakah ini terlalu berlebihan bila aku mengharapkan engkau yang datang mengunjungiku sekali-kali? Aku sungguh sangat merindukanmu…

Dan aku sangat gembira ketika kudengar bahwa engkau datang pada reuni sekolah . Tapi aku memutuskan untuk tidak pergi ke sekolahan. Demi engkau …

Dan aku sangat menyesal karna aku hanya memiliki satu mata, dan aku telah sangat memalukan dirimu.

Kau tahu, ketika engkau masih kecil, engkau mengalami sebuah kecelakaan, dan kehilangan salah satu matamu. Sebagai seorang ibu, aku tidak bisa tinggal diam melihat engkau akan tumbuh besar dengan hanya memiliki satu mata. Jadi kuberikan salah satu mataku untukmu…

Aku sangat bangga akan dirimu yang telah dapat melihat sebuah dunia yang baru untukku, di tempatku, dengan mata tersebut. Aku tidak pernah merasa marah dengan apa yang kau pernah kau lakukan… Beberapa kali engkau memarahiku…

Aku berkata pada diriku, ‘Ini karena ia mencintaiku …’

Catatan :

Ibu tak akan Pernah berhenti dan berkorban demi buah hati nya walau jiwa nya terancam...walau harus menanggung darah,keringat dan air mata sepanjang hidup nya dia kan selalu mencintai dan menyayangi mu  seperti air yang mengalir yang tiada henti hingga akhir hayat nya...sobat..setidak nya hargai lah dan hormatilah perjuangan dan kasih sayang nya yang telah membuat mu yang dapat hidup berdiri sendiri yang sebelum nya engkau lemah dan tak berdaya..salam admin



Sumber :  http://www.gallerydunia.com

Selasa, 05 Maret 2013

Hadapi Dengan Senyuman


Masalah dan kejadian sehari-hari kadang membuat kita melupakan senyuman. Kesibukan pekerjaan, dikejar deadline, dikejar target, bersinggungan dengan teman sepekerjaan, tetangga dan keluarga membuat kita marah dan jika tak bisa melampiaskan kemarahan paling kita bungkam atau memasang muka cemberut seolah mengajak "perang" pada siapa saja yang ada didekatnya hingga tak jarang pula akibat dari kemarahan itu muncul emosi yang berlebihan hingga melupakan akal sehat yang bisa mengakibatkan kita bertindak emosional pula yang kadang malah membawa kita pada masalah lain yang lebih besar.

Sulit rasanya untuk tersenyum saat masalah datang, padahal disaat seperti itu kejernihan dalam berpikir dan bertindak mutlak diperlukan dalam menghadapi setiap permaslahan hidup. Berusaha untuk selalu tersenyum kala menghadapi semuanya merupakan cermin ketegaran seseorang. Kalaupun tidak mampu tersenyum di bibir, mencoba untuk tersenyum dalam hati ternyata ampuh untuk meredam emosi dan dapat membuat kita selalu terlihat tegar karena dari hati yang tegar akan nampak pula ketenangan yang bisa dipancarkan keseluruh tubuh kita.

Lalu bagaimana bisa tersenyum jika masalah yang datang sangat berat, seperti ditinggalkan seseoarang yang dicintai (meninggal), ditinggal kekasih, putus cinta dan lain-lain? Ya…memang akan berat jika masalah seperti itu yang terjadi, tetapi kuncinya ada pada hati, karena mau tidak mau suka atau tidak suka, semuanya bisa terjadi dan harus terjadi. Kita dituntut harus selalu siap menghadapi segala kemungkinan dalam hidup ini walau pahit sakalipun. Membiarkan dan mengikhlaskan hati adalah lebih baik dari pada meratapi semua yang telah terjadi. Tak bisa kita berhenti hanya karena suatu masalah yang memang harusnya terjadi dan diluar kekuasaan kita sedangkan waktu tak pernah berhenti untuk berputar dan hidup harus selalu melanjutkan perjalannya.

Jadi hadapilah semuanya dengan senyuman, dan ternyata kita akan lebih baik dengan hanya sedikit senyuman dalam mengarungi kehidupan yang penuh dengan keindahan. Mengapa dikatakan Indah? Karena keindahan hidup dapat dilihat dan dirasakan jika kita bisa mengggap bahwa tidak ada masalah yang besar dalam hidup ini kecuali masalah adalah bagian dari keindahan hidup itu sendiri. Tergantung bagai mana kita bisa menyikapinya secara positif dan dapat selalu mengambil hikmah dari setiap musibah dan masalah yang dialami. Sayang jika hidup dilewati dengan muka cemberut, memendam kesusahan dan kesedihan karena masalah tetap saja akan selalu ada. Ini hidup Bung!!! Cobalah untuk menghadapinya dengan Selalu tersenyum.

Rabu, 09 Januari 2013

Perempuan Gila Pesta, Masuk Islam dan Pakai Jilbab

Heather Matthews, penggila pesta yang kini berjilbab
Heather Matthews, penggila pesta yang kini berjilbab (Daily Mail|Shoot the Living)
Kebahagiaan sejati dan menemukan ketenangan hidup, adalah tujuan sejati manusia. Ia bisa ditemukan dengan beragam cara, misalnya berbuat kebaikan untuk sesama, pergi ke tempat sunyi untuk berkontemplasi, atau mendalami ajaran agama.

Salah satunya dialami Heather Matthews (27), penampilannya berubah drastis, perempuan "gila pesta" dengan penampilan super-minim  kini berhijab atau mengenakan jilbab setelah memeluk agama Islam. Baginya Islam mengenalkannya pada kesejatian cinta dan kebahagiaan, yang tidak ia jumpai di gaya hidup lamanya.

Matthews, ibu dua anak itu, masuk Islam empat minggu lalu, dua bulan setelah pulang dari liburan di Ibiza. Ia kini bahkan mengatakan, foto-foto liburannya di Ibiza, tanpa jilbab, adalah sebuah bukti kekeliruan bagaimana dunia Barat mendefinisikan kecantikan.

"Aku melihat cara gadis-gadis masa kini berperilaku dan berdandan, mati-matian menciptakan imej untuk mereka tunjukkan pada orang lain, terutama para pria," kata dia. "Ini adalah soal menghormati diri sendiri. Jika Anda berpakaian dan berperilaku dengan cara tertentu, baik atau buruk, itu akan mempengaruhi cara orang memperlakukan Anda."

"Islam mengajarkan pada saya tentang kesejatian cinta, bukan hasrat palsu dan nafsu. Saat ini saya bahkan memandang perjodohan adalah hal yang logis."

Studi kelompok lintas agama, Faith Matters menemukan, jumlah warga Inggris yang akhirnya memeluk agama Islam saat ini melewati angka 100.000, dua kali lipat dalam 10 tahun terakhir. Laporan tersebut juga menyebut, dua per tiganya adalah perempuan, dengan rata-rata usia 27 tahun. Seperti halnya Matthews.

Jalannya menuju Islam diawali justru ketika ia meyakinkan mantan suaminya, Jerrome, yang baru saja menjadi muslim, bahwa Islam adalah agama yang salah. Ia yang curiga pada Islam, mulai banyak membaca untuk mendukung argumennya.

Meski mereka bercerai tahun lalu, Heather Matthews terus mempelajari Islam dan makin mengerti. Akhirnya, empat minggu lalu ia mengucap kalimat syahadat di depan ulama lokal. "Aku saat ini memiliki saudari-saudari muslim, mereka membelikan aku hijab dan buku-buku Islami untuk merayakannya. Ini luar biasa."

Keputusannya itu menimbulkan reaksi dari teman-teman dan keluarga. Juga kenalannya yang kebetulan berpapasan, ternganga melihat kepalanya berjilbab. "Saat memakai jilbab, aku bisa tersenyum pada orang, tanpa membuat mereka berpikir, itu godaan secara seksual," kata dia seperti dilansir Daily Mail.

Matthews juga sepakat dengan aturan Islam, yang melarang hubungan seks di luar pernikahan. Juga menyimpan kecantikan hanya untuk suami. Ia kini berhenti minum alkohol, hanya mengonsumsi makanan halal, dan berniat puasa penuh di Bulan Ramadhan.

Tak ada paksaan dalam beragama
Meski menemukan ketenangan dalam Islam, Matthews tak akan memaksakan agama barunya pada dua putrinya, Ellah (5) dan Halle (2) hasil pernikahannya dengan Jerrome. Ia memberi kesempatan pada dua putrinya untuk menemukan jalan hidupnya sendiri.

Seperti halnya dirinya. "Orang bisa saja berprasangka, aku dalam tekanan. Tapi tidak. Aku perempuan yang kuat, percaya diri, dan berpikiran bebas," kata dia. "Aku mungkin masuk kategori orang-orang yang dianggap tak mungkin masuk Islam."

Namun, Matthews yakin, ia tak menyesali keputusannya. "Mungkin mengejutkan, namun aku memilih Islam demi cinta dan kebahagiaan. Yang jelas hidupku telah berubah."

Heather Matthews 


Kamis, 03 Januari 2013

Untuk Indah Tak Perlu Mewah

Banyak dari kita berpikir untuk merasakan keindahan hidup harus memiliki harta yang berlimpah dengan pasangan yang rupawan. Nggak salah sih. Tapi nggak sepenuhnya harus begitu.

Kalau kita masih muda dan masih memiliki banyak kesempatan untuk mewujudkannya, saya sangat menyarankan untuk memiliki standard hidup yang baik dari sisi materi dan pasangan hidup.

Tapi untuk sebagian dari kita yang memilih hidup sederhana bisa juga kok menikmati hidup ini seutuhnya. Contohnya foto di atas. Satu kata dari saya: So sweet! Beneran lho, serius.
Mengapa hanya merasakan manisnya hubungan waktu masih pacaran atau pengantin baru. Mengapa hanya bisa menikmati hidup ketika pasangan kita masih muda dan cantik. Seperti seorang pria tua di atas. Dia dapat merasakan cinta dan keharmonisan dengan istrinya letika usia mereka sudah senja. dan nggak harus di kafe atau restoran mahal man! Nggak juga mesti lihat Film romantis di Bioskop XX1. Yang penting cinta! itu namanya suami istri!

Terima kasih untuk seorang teman di Facebook yang sudah membagikan foto ini. :) Semoga makin banyak dari kita yang mampu mencintai tanpa syarat dan tanpa masa kadaluarsa seperti foto di atas. :)

Rupanya ...
Hangatnya cinta tidak hanya hadir di meja makan yang penuh makanan lezat untuk disyukuri, atau depan pintu rumah cantik yang masih bau cat, .. atau bahkan di dalam jok mobil baru ...

Kehangatan cinta ada di mana-mana, kadang di tempat yang tidak kita sadari, bahkan di tempat di mana kesabaran kita di uji,
dimana kekuatan cinta di uji ...

ketabahan menghadapi cobaan Tuhan di uji, . Mungkin di sana lah justru cinta itu bisa lebih hangat, lebih tangguh, dan lebih everlasting ...

Foto di atas sungguh an eye opener ....

Pria ini bisa memberikan moment indah bagi orang yang dicintainya .. Dalam kondisi apapun ..
Subhanallah ...

Wabillahi Taufik Wal Hidayah, ...

Salam Terkasih
Dari Sahabat Untuk Sahabat ...
Semoga tulisan ini dapat membuka pintu hati kita yang telah lama terkunci


Sumber :  http://zilzaal.blogspot.com

Menikmati Proses

Sebenarnya yang harus kita nikmati dalam hidup ini adalah proses. Mengapa? Karena yang bernilai dalam hidup ini ternyata adalah proses dan bukan hasil. Kalau hasil itu Allah SWT yang menetapkan, tapi bagi kita punya kewajiban untuk menikmati dua perkara yang dalam aktivitas sehari-hari harus kita jaga, yaitu selalu menjaga setiap niat dari apapun yang kita lakukan dan selalu berusaha menyempurnakan ikhtiar yang dilakukan, selebihnya terserah Allah SWT.


Seperti para mujahidin yang berjuang membela bangsa dan agamanya, sebetulnya bukan kemenangan yang terpenting bagi mereka, karena menang-kalah itu akan selalu dipergilirkan kepada siapapun. Tapi yang paling penting baginya adalah bagaimana selama berjuang itu niatnya benar karena Allah SWT dan selama berjuang itu akhlaknya juga tetap terjaga. Tidak akan rugi orang yang mampu seperti ini, sebab ketika dapat mengalahkan lawan berarti dapat pahala, kalaupun terbunuh berarti bisa jadi syuhada.

Ketika jualan dalam rangka mencari nafkah untuk keluarga, maka masalah yang terpenting bagi kita bukanlah uang dari jualan itu, karena uang itu ada jalurnya, ada rizkinya dari Allah SWT dan semua pasti mendapatkannya. Karena kalau kita mengukur kesuksesan itu dari untung yang didapat, maka akan gampang sekali bagi Allah SWT untuk memusnahkan untung yang didapat hanya dalam waktu sekejap. Dibuat musibah menimpanya, dikenai bencana, hingga akhirnya semua untung yang dicari berpuluh-puluh tahun bisa sirna seketika.

Walhasil yang terpenting dari bisnis dan ikhtiar yang dilakukan adalah prosesnya. Misal, bagaimana selama berjualan itu kita selalu menjaga niat agar tidak pernah ada satu miligram pun hak orang lain yang terambil oleh kita, bagaimana ketika berjualan itu kita tampil penuh keramahan dan penuh kemuliaan akhlak, bagaimana ketika sedang bisnis benar-benar dijaga kejujuran kita, tepat waktu, janji-janji kita penuhi. Dan keuntungan bagi kita ketika sedang berproses mencari nafkah adalah dengan sangat menjaga nilai-nilai perilaku kita.

Perkara uang sebenarya tidak usah terlalu dipikirkan, karena Allah SWT Maha Tahu kebutuhan kita lebih tahu dari kita sendiri. Kita sama sekali tidak akan terangkat oleh keuntungan yang kita dapatkan, tapi kita akan terangkat oleh proses mulia yang kita jalani. Ini perlu dicamkan baik-baik bagi siapa pun yang sedang bisnis bahwa yang termahal dari kita adalah nilai-nilai yang selalu kita jaga dalam proses.

Termasuk ketika kuliah bagi para pelajar, kalau kuliah hanya menikmati hasil ataupun hanya ingin gelar, bagaimana kalau meninggal sebelum diwisuda? Apalagi kita tidak tahu kapan akan meninggal. Karenanya yang paling penting dari perkuliahan, tanya dulu pada diri, mau apa dengan kuliah ini? Kalau hanya untuk mencari isi perut, kata Imam Ali, "Orang yang pikirannya hanya pada isi perut, maka derajat dia tidak akan jauh beda dengan yang keluar dari perutnya".

Kalau hanya ingin cari uang, hanya tok uang, maka asal tahu saja penjahat juga pikirannya hanya uang. Bagi kita kuliah adalah suatu ikhtiar agar nilai kemanfaatan hidup kita meningkat. Kita menuntut ilmu supaya tambah luas ilmu hingga akhirnya hidup kita bisa lebih meningkat manfaatnya. Kita tingkatkan kemampuan salah satu tujuannya adalah agar dapat meningkatkan kemampuan orang lain. Kita cari nafkah sebanyak mungkin supaya bisa mensejahterakan orang lain.

Dalam mencari rizki ada dua perkara yang perlu selalu kita jaga, ketika sedang mencari kita sangat jaga nilai-nilainya, dan ketika dapat kita distribusikan sekuat-kuatnya. Inilah yang sangat penting. Dalam perkuliahan, niat kita mau apa nih? Kalau mau sekolah, mau kuliah, mau kursus, selalu tanyakan mau apa nih? Karena belum tentu kita masih hidup ketika diwisuda, karena belum tentu kita masih hidup ketika kursus selesai.

Ah, Sahabat. Kalau kita selama kuliah, selama sekolah, selama kursus kita jaga sekuat-kuatnya mutu kehormatan, nilai kejujuran, etika, dan tidak mau nyontek lalu kita meninggal sebelum diwisuda? Tidak ada masalah, karena apa yang kita lakukan sudah jadi amal kebaikan. Karenanya jangan terlalu terpukau dengan hasil.

Saat melamar seseorang, kita harus siap menerima kenyataan bahwa yang dilamar itu belum tentu jodoh kita. Persoalan kita sudah datang ke calon mertua, sudah bicara baik-baik, sudah menentukan tanggal, tiba-tiba menjelang pernikahan ternyata ia mengundurkan diri atau akan menikah dengan yang lain. Sakit hati sih wajar dan manusiawi, tapi ingat bahwa kita tidak pernah rugi kalau niatnya sudah baik, caranya sudah benar, kalaupun tidak jadi nikah dengan dia. Siapa tahu Allah SWT telah menyiapkan kandidat lain yang lebih cocok. Atau sudah daftar mau pergi haji, sudah dipotret, sudah manasik, dan sudah siap untuk berangkat, tiba-tiba kita menderita sakit sehingga batal untuk berangkat. Apakah ini suatu kerugian? Belum tentu! Siapa tahu ini merupakan nikmat dan pertolongan dari Allah SWT, karena kalau berangkat haji belum tentu mabrur, mungkin Allah SWT tahu kapasitas keimanan dan kapasitas keilmuan kita.

Oleh sebab itu, sekali lagi jangan terpukau oleh hasil, karena hasil yang bagus menurut kita belum tentu bagus menurut perhitungan Allah SWT. Kalau misalnya kualifikasi mental kita hanya uang 50 juta yang mampu kita kelola. Suatu saat Allah SWT memberikan untung satu milyar, nah untung ini justru bisa jadi musibah buat kita. Karena setiap datangnya rizki akan efektif kalau iman kitanya bagus dan kalau ilmu kitanya bagus. Kalau tidak, datangnya uang, datangnya gelar, datangnya pangkat, datangnya kedudukan, yang tidak dibarengi kualitas pribadi kita yang bermutu sama dengan datangnya musibah.

Ada orang yang hina gara-gara dia punya kedudukan, karena kedudukannya tidak dibarengi dengan kemampuan mental yang bagus, jadi petantang-petenteng, jadi sombong, jadi sok tahu, maka dia jadi nista dan hina karena kedudukannya. Ada orang yang terjerumus, bergelimang maksiat gara-gara dapat untung. Hal ini karena ketika belum dapat untung akan susah ke tempat maksiat karena uangnya juga tidak ada, tapi ketika punya untung sehingga uang melimpah-ruah tiba-tiba dia begitu mudahnya mengakses tempat-tempat maksiat.

Nah, Sahabat. Selalulah kita nikmati proses. Seperti saat seorang ibu membuat kue lebaran, ternyata kue lebaran yang hasilnya begitu enak itu telah melewati proses yang begitu panjang dan lama. Mulai dari mencari bahan-bahannya, memilah-milahnya, menyediakan peralatan yang pas, hingga memadukannya dengan takaran yang tepat, dan sampai menungguinya di open. Dan lihatlah ketika sudah jadi kue, baru dihidangkan beberapa menit saja, sudah habis. Apalagi biasanya tidak dimakan sendirian oleh yang membuatnya. Bayangkan kalau orang membuat kue tadi tidak menikmati proses membuatnya, dia akan rugi karena dapat capeknya saja, karena hasil proses membuat kuenya pun habis dengan seketika oleh orang lain. Artinya, ternyata yang kita nikmati itu bukan sekedar hasil, tapi proses.

Begitu pula ketika ibu-ibu punya anak, lihatlah prosesnya. Hamilnya sembilan bulan, sungguh begitu berat, tidur susah, berbaring sulit, berdiri berat, jalan juga limbung, masya Allah. Kemudian saat melahirkannya pun berat dan sakitnya juga setengah mati. Padahal setelah si anak lahir belum tentu balas budi. Sudah perjuangan sekuat tenaga melahirkan, sewaktu kecil ngencingin, ngeberakin, sekolah ditungguin, cengengnya luar biasa, di SD tidak mau belajar (bahkan yang belajar, yang mengerjakan PR justru malah ibunya) dan si anak malah jajan saja, saat masuk SMP mulai kumincir, masuk SMU mulai coba-coba jatuh cinta.

Bayangkanlah kalau semua proses mendidik dan mengurus anak itu tidak pakai keikhlasan, maka akan sangat tidak sebanding antara balas budi anak dengan pengorbanan ibu bapaknya. Bayangkan pula kalau menunggu anaknya berhasil, sedangkan prosesnya sudah capek setengah mati seperti itu, tiba-tiba anak meninggal, naudzhubillah, apa yang kita dapatkan?

Oleh sebab itu, bagi para ibu, nikmatilah proses hamil sebagai ladang amal. Nikmatilah proses mengurus anak, pusingnya, ngadat-nya, dan rewelnya anak sebagai ladang amal. Nikmatilah proses mendidik anak, menyekolahkan anak, dengan penuh jerih payah dan tetesan keringat sebagai ladang amal. Jangan pikirkan apakah anak mau balas budi atau tidak, sebab kalau kita ikhlas menjalani proses ini, insya Allah  tidak akan pernah rugi. Karena memang rizki kita bukan apa yang kita dapatkan, tapi apa yang dengan ikhlas dapat kita lakukan. Wallahu a'lam bish-shawab




Sumber : http://zilzaal.blogspot.com

Selasa, 18 Desember 2012

Pilih Ganteng atau Takwa...

Irfan Bachdim, Justin Beiber, Keanu Reeves, Tom Cruise, Leonardo de Caprio, Dude Herlino, dan masih banyak deretan nama cowok lainnya. Kata banyak orang, mereka cakep, ganteng, tampan bin kasep. Kok kata orang? Karena apa yang menurut kata orang banyak, belum tentu saya sependapat dengan mereka. Suka-suka donk!

Semua nama tersebut adalah deretan selebritis yang terkenal di bidangnya masing-masing. Dari semua nama tersebut, hanya Irfan Bachdim saja yang background-nya adalah sepak bola. Selebihnya adalah kalangan artis dan bintang sinetron/film. Tak heran, karena bidang ini (baca: entertainment) memang mengharuskan wajah cakep sebagai modal utama bila ingin terkenal.


Kalau yang tak punya wajah cakep, gimana donk? Kalau nekad pingin terkenal di dunia selebritis, tanpa modal cakep dan body seksi maka kamu harus punya kebalikannya. Apaan tuh? Sorry, gak tega bener sebetulnya mau bilang kalo kebalikan wajah cakep adalah wajah (maaf) ancur. Coba aja kamu perhatikan nama-nama semisal Mandra dan Tukul. Mereka selalu mentertawakan diri sendiri dengan banyolan yang intinya pengakuan bahwa wajah mereka sendiri jauh dari harapan (akhirnya bisa nemu padanan kata yg sopan untuk istilah wajah ancur hehehe).

Tapi ngemeng-ngemeng (baca: ngomong-ngomong), apakah wajah cakep atau ganteng itu segitu pentingnya sih buat manusia terutama remaja seusia kamu? Apakah tak ada faktor lain yang bisa dilihat dari seorang cowok selain tampilan fisiknya semata?

► Ganteng, penting nggak sih

Bisa dipastikan hampir 100% dari kamu menjawab PENTING. Biar bagaimanapun, hal pertama yang bakal diperhatikan orang adalah wajah dan penampilan. So pasti, kamu bakal bangga kalo berdampingan dengan cowok cakep dibandingkan dengan cowok jelek. Diajak jalan-jalan oke, dikenalkan ke teman-teman bangga, diajak kondangan bisa nambah PD. Kayaknya asyik banget punya pendamping yang ganteng abis.

Masalahnya, definisi ganteng itu yang kayak gimana sih? Apakah yang kayak Kaenu Reeves? Atau Tom Cruise, Irfan Bachdim, Teuku Wisnu, atau siapa pun itu yang biasa nongol di TV karena modal tampangnya dianggap oke punya?

Ternyata ganteng menurut kamu belum tentu sama menurut temanmu. Begitu juga ganteng menurut saya, belum tentu kamu sependapat juga. Jadi sebetulnya, semua cowok itu ganteng, sama kayak semua cewek itu cantik. At least, menurut ibu bapak masing-masing. Coba mana ada ortu yang nyesel punya anak karena wajah anaknya jelek trus malah muji-muji anak tetangga? Kalo pun ada itu ortu yang menghina diri sendiri namanya hehehe…

Back to topic, tentang ganteng tidaknya seorang cowok. Tak ada standar baku rumus kegantengan seseorang itu. Artinya, cakep itu relatif dan jelek itu mutlak hehehe…just kidding. Maksudnya, gak usah jutek kalo pendapat kalian berbeda satu sama lain untuk menilai kegantengan seorang cowok. Udah deh, yakin aja bahwa cowok yang paling ganteng saat ini adalah bapak kamu. Hayoo…berani gak kamu bilang bapak kamu gak ganteng? Ibumu aja sampe kesengsem dan mau nikah kok sama beliau.

Cowok ganteng berikutnya adalah yang jadi suami kamu kelak. Ya iyalah, gak mungkin banget suami kamu cantik kan? Jadi gak usah kurang kerjaan sekarang ini dengan membikin tabel kegantengan seseorang. Biarpun ganteng, toh mereka juga gak kenal sama kamu. Lebih parah lagi adalah apabila ganteng cuma wajah tapi kelakuan naudzubillah. Idih…enggak banget!

....Meskipun ganteng itu penting tapi jangan sampai kamu melupakan faktor lain semisal kualitas otak dan akhlak seseorang....

Jadi meskipun ganteng itu penting tapi jangan sampai kamu melupakan faktor lain semisal kualitas otak dan akhlak seseorang. Menjadi ganteng tak bisa dipilih, tapi mempunyai otak dan akhlak yang berkualitas itu adalah pilihan yang harus melalui proses tertentu untuk mencapainya. Dan factor inilah yang lebih pantas mendapat apresiasi dibandingkan wajah rupawan yang tak ada upaya apa pun dilakukan untuk meraihnya.

► Ganteng bukan jaminan

Kamu tahu Mas Nunu alias Keanu Reeves yang main film Speed dan The Matrix? Cewek mana yang gak kesengsem sama kegantengan nih cowok? Tapi tahukah kamu kalo Mas Nunu ini ternyata hombreng alias homo alias lagi dia suka dengan sesama cowok dan melakukan hubungan seksual juga dengan cowok. Hiii….kucing cowok aja juga males banget naksir sesama kucing cowok. Lha ini manusia yang punya akal, lha kok malah jeruk makan jeruk!

Irfan Bachdim, seantero rakyat Indonesia tersepona (baca: terpesona) wajah gantengnya yang kebetulan dikombinasikan dengan skill pintar menggiring bola. Tapi tahukan kamu selera cewek yang menjadi pacar si Irfan ini? Jennifer Kurniawan, pacar si Irfan Bachdim ini berprofesi sebagai model semi telanjang yaitu hanya memakai pakaian dalam.

Ganteng ternyata bukan jaminan untuk melihat kualitas seseorang. Ganteng adalah tampilan fisik yang seringkali mengecoh banyak orang untuk perbuatan buruk di baliknya. Ganteng adalah sebuah anugrah fisik yang sudah ‘given’ alias takdir dari Allah. Seseorang gak bakal bisa memilih punya wajah cakep seperti Nabi Yusuf misalnya. Apapun kondisi fisik kita, mancung tidaknya hidung kita, memble tidaknya bibir kita, lentik tidaknya bulu mata itu adalah sesuatu yang tidak bisa dipinta. Lagipula tak bakal ada hisab atas diri manusia hanya karena wajahnya nggak ganteng dan hidungnya pesek.

....Ganteng ternyata bukan jaminan untuk melihat kualitas seseorang. Apalagi, kegantengan seseorang itu tidak abadi....

Masih banyak contoh kasus lain yang menunjukkan bahwa kegantengan seseorang itu tidak abadi. Selayaknya harta yang cuma barang titipan, kegantengan seseorang itu Cuma pinjaman dan amanah dari Allah untuk dijaga dengan baik. Karena Cuma barang pinjaman, maka bila sewaktu-waktu yang punya barang meminta hak-Nya kembali maka kita semua harus siap. Dan bila kegantengan ini yang dijadikan acuan untuk memilih pendamping maka siap-siap saja kamu akan kecewa selayaknya istri Gugun tersebut. Namun bila kualitas diri dan keimanan seseorang yang dijadikan pilihan, maka ketika ketampanan itu direnggut oleh penyakit atau takdir yang lain, maka tak akan mudah seseorang itu berpaling.

Don’t judge a book by its cover, kata orang bule. Jangan menilai sesuatu hanya dari tampilan luarnya saja, itu terjemahan bebasnya. Orang bertampang jauh dari ganteng, belum tentu hati dan akhlaknya tidak seganteng wajahnya. Begitu juga sebaliknya. Betapa banyak di luar sana, laki-laki yang memanfaatkan kegantengannya untuk menipu para gadis pemuja fisik semata. Si gadis dirayu dengan pesona fisik yang dimilikinya kemudian dinodai dan dicampakkan. So, berhati-hatilah kamu dengan tampilan ganteng namun kelakuan tak seganteng wajahnya itu.

► Takwa adalah utama

Waktu saya masih ABG dulu (cie...serasa udah uzur nih jadinya hehehe:P) saya sudah punya standar ganteng tersendiri. Biar kata semua teman bilang si A ganteng, saya bertahan dengan pendapat saya bahwa si B lebih ganteng daripada si A. Itu karena sedari remaja saya tumbuh menjadi sosok yang punya prinsip.

Ganteng menurut saya adalah sosok cowok yang cerdas dan luas wawasannya. Biar kata kayak Keanu Reeves atau Tom Cruise tapi kalo diajak ngomong tulalit, dia jadi gak ganteng blas di mata saya. Begitu sebaliknya, biar kata dia wajahnya kayak Tukul tapi kalo tuh cowok cerdas, luas wawasan, aktif organisasi, baik, suka menolong, prilaku sopan dan terpuji, maka cowok kayak gini yang jauh lebih oke dibandingkan yang pertama tadi. Seiring pemahaman Islam yang makin bagus, saya punya syarat mutlak bagi cowok untuk dibilang ganteng. Apakah itu? Yaitu nurut sama Allah dan Rasul-Nya alias bertakwa.

Disebutkan dalam surat At-Taubah 30-31 bahwa seorang budak yang hitam legam tapi beriman jauh lebih baik daripada orang kafir meskipun wajahnya rupawan. Udah deh, nurut sama petunjuk Allah ini dijamin bahagia dunia akhirat. Betapa banyak mereka yang mempunyai pendamping berwajah rupawan tapi keluarganya malah hancur berantakan. Inilah akibatnya apabila sebuah amal tidak dilandasi dengan ketakwaan tapi hanya berdasar hawa nafsu semata.

Nah, karena kamu-kamu sekarang masih sibuk sekolah gak usah sok sibuk mikirin cowok ganteng. Belajar aja yang rajin karena jodoh sudah ada yang ngatur. Kalo untuk urusan ngefans, pilih sosok yang emang pantas untuk difans-i. Jangan sembarangan karena sesungguhnya seseorang itu bersama dengan yang dicintai. Males banget kan kalo ternyata kamu salah memilih idola trus idolamu itu masuk neraka dan kamu ikut nyebur ke dalamnya. Hiii..nggak keren jadinya!

....Takwa adalah standar setiap muslim dan mukmin yang memang peduli terhadap urusan dirinya baik dunia dan akhiratnya....

Takwa adalah standar setiap muslim dan mukmin yang memang peduli terhadap urusan dirinya baik dunia dan akhiratnya. Gak asal ikut-ikutan saja tanpa tahu kenapa ngefans sama si ini dan si itu. Karena sungguh, setiap amal baik itu perbuatan ataupun perkataan dan yang terbersit di dalam hati manusia, semua akan dimintai pertanggungjawaban nanti di hadapan Allah.

Energi masa mudamu lebih baik disalurkan untuk hal-hal yang jauh lebih berguna daripada ngefans sama sosok-sosok ganteng tapi gak jelas kualitas otak, akhlak apalagi imannya. Misalnya saja, ngefans sama pejuang di Palestina sana yang berusaha mengusir Israel penjajah. Ngefans dengan mereka yang getol beramar makruf nahi mungkar demi tegaknya Islam di muka bumi. Dan tentunya ngefans di atas semua itu ditujukan pada Rasulullah Muhammad SAW dan seluruh keluarga dan para sahabatnya. Dijamin surga semua tuh. Gak rugi pokoknya kalo kamu ngefans sama sosok yang tepat seperti itu.

Jadi, mulai sekarang jatuhkan pilihanmu pada pilihan yang tepat ya. Lebih baik memilih ganteng tapi bertakwa daripada sudahlah tak ganteng tak bertakwa lagi. Aduh…rugi kuadrat tuh. Intinya, factor takwa harus menjadi prioritas dibandingkan kegantengan ketika kamu ngefans pada seseorang atau memilih pendamping kelak. Muslimah itu pasti tak akan salah pilih. Pasti itu!






Sumber : http://zilzaal.blogspot.com

Rabu, 12 Desember 2012

Siapakah Anda..?

Siapakah orang yang sibuk? Yaitu orang yg suka menyepelekan waktu solatnya seolah-olah ia mempunyai kerajaan seperti kerajaan Nabi Sulaiman a.s

Siapakah orang yg manis senyumannya? Yaitu orang yang ditimpa musibah lalu dia berkata "Inna lillahi wainna illaihi rajiuun." Lalu sambil berkata,"Ya Rabb, Aku redha dengan ketentuanMu ini", sambil mengukir senyuman.


Siapakah orang yang kaya? Yaitu orang yang bersyukur dengan apa yang ada dan tidak lupa akan kenikmatan dunia yang sementara ini.

Siapakah orang yang miskin? Yaitu orang tidak puas dengan nikmat yang ada selalu menumpuk-numpukkan harta.

Siapakah orang yang rugi? Yaitu orang yang sudah sampai usia pertengahan namun masih berat untuk melakukan ibadat dan amal-amal kebaikan.

Siapakah orang yang paling cantik? yaitu orang yang mempunyai akhlak yang baik.

Siapakah orang yang mempunyai rumah yang paling luas? Yaitu orang yang mati membawa amal-amal kebaikan di mana kuburnya akan di perluaskan sejauh mata memandang.

Siapakah orang yang mempunyai rumah yang sempit lagi dihimpit? Yaitu orang yang mati tidak membawa amal-amal kebaikkan lalu kuburnya menghimpitnya.

Siapakah orang yang mempunyai akal? Yaitu orang yang menghuni syurga kelak karena telah menggunakan akal sewaktu di dunia untuk menghindari siksa neraka.

Siapakah org yg PELIT ?
Orang yg pelit ialah org yg membiarkan 'STATUS' ini begitu saja, jangankan men'SHARE' kepada org lain, me'LIKE'nya saja tidak.


Sumber :  http://zilzaal.blogspot.com/2012/12/siapakah-anda.html

Senin, 10 Desember 2012

Tentang Wanita di "Otak" Lelaki.

Kejujuran dari seorang Ikhwan

Kamu tau kenapa saya suka wanita itu pakai jilbab? Jawabannya sederhana, karena mata saya susah diajak kompromi. Bisa dibayangkan bagaimana saya harus mengontrol mata saya ini mulai dari keluar pintu rumah sampai kembali masuk rumah lagi.

Dan kamu tau? Di kampus tempat saya seharian disana, kemana arah mata memandang selalu saja mem
buat mata saya terbelalak.

Hanya dua arah yang bisa membuat saya tenang, mendongak ke atas langit atau menunduk ke tanah.



Melihat kedepan ada perempuan berlenggok dengan seutas "Tank Top", noleh ke kiri pemandangan "Pinggul/udel terbuka", menghindar kekanan ada sajian "Celana ketat
plus You Can See", balik ke belakang dihadang oleh "Dada indah/montok menantang!"

Astaghfirullah... kemana lagi mata ini harus memandang?

Kalau saya berbicara nafsu, ow jelas sekali saya suka. Kurang merangsang itu mah! Tapi sayang, saya tak ingin hidup ini dibaluti oleh nafsu. Saya juga butuh hidup
dengan pemandangan yang membuat saya tenang.

Saya ingin melihat wanita bukan sebagai objek pemuas mata. Tapi mereka adalah sosok yang anggun mempesona, kalau dipandang bikin sejuk di mata. Bukan paras yang
membikin mata panas, membuat iman lepas ditarik oleh pikiran "ngeres" dan hatipun menjadi keras.

Andai wanita itu mengerti apa yang sedang dipikirkan oleh laki-laki ketika melihat mereka berpakaian seksi, saya yakin mereka tak mau tampil seperti itu lagi.

Kecuali bagi mereka yang memang punya niat untuk menarik lelaki untuk menikmati "aset berharga" yang mereka punya.

Istilah seksi kalau boleh saya definisikan berdasar kata dasarnya adalah penuh daya tarik seks. Kalau ada wanita yang dibilang seksi oleh para lelaki, janganlah berbangga hati dulu. Sebagai seorang manusia yang punya fitrah dihormati dan dihargai semestinya anda
malu, karena penampilan seksi itu sudah membuat mata lelaki menelanjangi anda, membayangkan anda adalah objek syahwat dalam alam pikirannya. Berharap anda melakukan lebih seksi, lebih... dan lebih lagi.

Dan anda tau apa kesimpulan yang ada dalam benak sang lelaki? Yaitunya: anda bisa diajak untuk begini dan begitu alias gampangan!

Mau tidak mau, sengaja ataupun tidak anda sudah membuat diri anda tidak dihargai dan dihormati oleh penampilan anda sendiri yang anda sajikan pada mata lelaki. Jika sesuatu yang buruk terjadi pada diri anda, apa itu dengan kata-kata yang nyeleneh, pelecehan seksual atau mungkin sampai pada perkosaan. Siapa yang semestinya disalahkan? Saya yakin anda
menjawabnya "lelaki" bukan? Oh betapa tersiksanya menjadi seorang lelaki normal di jaman sekarang ini.

Kalau boleh saya ibaratkan, tak ada pembeli kalau tidak ada yang jual. Simpel saja, orang pasti akan beli kalau ada yang nawarin. Apalagi barang bagus itu gratis, wah pasti semua orang akan berebut untuk menerima. Nah apa bedanya dengan anda menawarkan penampilan seksi anda pada khalayak ramai, saya yakin siapa yang melihat ingin mencicipinya.

Begitulah seharian tadi saya harus menahan penyiksaan pada mata ini. Bukan pada hari ini saja, rata-rata setiap harinya. Saya ingin protes, tapi mau protes ke mana? Apakah saya harus menikmatinya...? tapi saya sungguh takut dengan Zat yang memberi mata ini. Bagaimana nanti saya mempertanggungjawabkan nanti? sungguh dilema yang berkepanjangan dalam hidup saya.

Allah Taala telah berfirman: "Katakanlah kepada laki-laki yang beriman, Hendaklah mereka menahan pandangannya dan memelihara kemaluannya", yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat. Katakanlah kepada wanita beriman "Hendaklah mereka menahan pandangannya dan memelihara
kemaluannya." (QS. An-Nuur : 30-31).

Jadi tak salah bukan kalau saya sering berdiam di ruangan kecil ini, duduk di depan komputer menyerap sekian juta elektron yang terpancar dari monitor, saya hanya ingin menahan pandangan mata ini. Biarlah mata saya ini rusak oleh radiasi monitor, daripada saya tak
bisa pertanggungjawabkan nantinya di Akhirat.

Jadi tak salah juga bukan? kalau saya paling malas diajak ke mall, jjs, kafe, dan semacam tempat yang selalu menyajikan keseksian.

Saya yakin, banyak laki-laki yang punya dilema seperti saya ini. Mungkin ada yang menikmati, tetapi sebagian besar ada yang takut dan bingung harus berbuat apa. Bagi anda para wanita apakah akan selalu bahkan semakin menyiksa kami sampai kami tak mampu lagi memikirkan mana yang baik dan mana yang buruk. Kemudian terpaksa mengambil kesimpulan menikmati pemadangan yang anda tayangkan?

So, saudaraku muslimah berjilbablah ... karena itu sungguh nyaman, tentram, anggun, cantik, mempesona dan tentunya sejuk dimata lelaki : )

Semoga Bermanfaat

Wallahu A'lam bishawab ..

Minggu, 25 November 2012

Jangan Bersyukur

Jangan bersyukur karena pagi yang cerah dan mentari bersinar indah, tetapi bersyukurlah karena kita masih boleh menikmati pagi yang segar dan sinar mentari.
Jangan bersyukur karena kita tidak memiliki masalah, tapi bersyukurlah karena kita diberi kekuatan untuk menghadapi setiap masalah dan kesulitan hidup.
Jangan bersyukur atas keluarga dan anak-anak, tetapi bersyukurlah karena kita diberi kepercayaan untuk melanjutkan dan memelihara kehidupan orang lain.
Jangan bersyukur atas segala kecukupan dalam hidup yang saat ini dinikmati, tetapi bersyukurlah karena kita dipilih Tuhan untuk menjadi penyalur berkatNya melalui kelimpahan hidup ini.
Jangan bersyukur atas semua pengalaman indah yang boleh dirasakan, tapi bersyukurlah karena kita mampu melihat yang indah dalam seluruh pengalaman hidup.
Jangan bersyukur karena hidupmu lebih baik dari yang lainnya, tapi bersyukurlah atas kesempatan yang Tuhan berikan bagi kita untuk semakin mensyukuri hidup ini.
Jangan bersyukur atas orang-orang yang baik kepada anda, tapi bersyukurlah karena Tuhan memperhatikan hidupmu melalui banyak orang.
Jangan bersyukur atas kebaikan yang engkau miliki, tapi bersyukurlah atas orang-orang yang tidak baik yang menjadikan kebaikanmu kelihatan.
Jangan bersyukur atas tulisan ini, tapi bersyukurlah karena anda dapat membaca tulisan ini.

Jumat, 23 November 2012

Jepang Bangsa Disiplin... Indonesia?

Bagaimana kita bisa belajar dari Jepang untuk membangun Indonesia? 12 hal di bawah ini bisa jadi introspeksi. 
 
 
 
1. Ketika di kendaraan umum:
Jepang: Orang-orang pada baca buku atau tidur.
Indonesia: Orang-orang pada ngobrol, ngegosip, ketawa-ketiwi cekikikan, ngelamun, dan tidur.

2. Ketika makan dikendaraan umum:
Jepang: Sampah sisa makanan disimpan ke dalam saku celana atau dimasukkan ke dalam tas, kemudian baru dibuang setelah nemu tong sampah.
Indonesia: Dengan wajah tanpa dosa, sampah sisa makanan dibuang gitu aja di kolong bangku/dilempar ke luar jendela.

 
 shibuya246.com
 
3. Ketika di kelas:
Jepang: Yang kosong adalah bangku kuliah paling belakang.
Indonesia: Yang kosong adalah bangku kuliah paling depan.

4. Ketika dosen memberikan kuliah:
Jepang: Semua mahasiswa sunyi senyap mendengarkan dengan serius.
Indonesia: Tengok ke kiri, ada yang ngobrol. Tengok ke kanan, ada yg baca komik. Tengok ke belakang, pada tidur. Cuma barisan depan aja yang anteng dengerin, itu pun karena duduk pas di depan hidung dosen!

5. Ketika diberi tugas oleh dosen:
Jepang: Hari itu juga siang atau malemnya langsung nyerbu perpustakaan atau browsing internet buat cari data.
Indonesia: Kalau masih ada hari esok, ngapain dikerjain hari ini!

6. Ketika terlambat masuk kelas:
Jepang: Memohon maaf sambil membungkukkan badan 90 derajat, dan menunjukkan ekspresi malu dan menyesal gak akan mengulangi lagi.
Indonesia: Slonong boy & slonong girl masuk gitu aja tanpa bilang permisi ke dosen sama sekali.

7. Ketika di jalan raya:
Jepang: Mobil sangat jarang (kecuali di kota besar). Padahal jepang kan negara produsen mobil terbesar di dunia, mobilnya pada ke mana ya?
Indonesia: Jalanan macet, sampai-sampai orang susah nyebrang & sering keserempet motor yg jalannya ugal-ugalan.
 
8. Ketika berangkat kantor:
Jepang: Berangkat naik kereta/bus kota. Mobil cuma dipakai saat acara liburan keluarga atau acara yang bersifat mendesak aja.
Indonesia: Gengsi dooonk... Masa naik angkot?!
 
 
Infrasturktur dan fasum (fasilitas umum) di Jepang dirancang dengan teliti. Tata kota menjadi perhatian penting untuk kenyamanan masyarakat.

 
9. Ketika jam kantor:
Jepang: Jalanan sepiiiii banget, kayak kota mati.
Indonesia: Ada Oknum pake seragam coklat2 pada keluyuran di mall-mall.

10. Ketika buang sampah:
Jepang: Sampah dibuang sesuai jenisnya. Sampah organik dibuang di tempat sampah khusus organik, sampah non organik dibuang di tempat sampah non organik.
Indonesia: Mau organik kek, non organik kek, bangke binatang kek, semuanya tumplek jadi satu dalam kantong kresek. (make it simple hahahaa)
 
 
Lihat pengalaman seorang blogger di tokyoroomfinder.

 
 
11. Ketika janjian ketemu:
Jepang: Ting...tong... semuanya datang tepat pada jam yg disepakati.
Indonesia: Salah satu pihak pasti ada dibiarkan sampai berjamur & karatan gara-gara kelamaan nunggu!

12. Ketika berjalan di pagi hari:
Jepang: Orang-orang pada jalan super cepat kayak dikejar doggy, karena khawatir telat ke tempat kerja atau sekolah.
Indonesia: Nyantai aja cyinn...! Si boss juga paling datangnya telat!
 
 
 
 
 
 
 
Sumber:
mindtalk

Senin, 19 November 2012

Pernakah Hatimu Merasa Hampah

“Ya“, dalam hatiku. Hampa banget deh ketika sholat wajib udah mulai telat-telat waktunya, ketika sholat malam kebablasan, ketika sholat dhuha-nya terkalahkan oleh aktivitas, ketika satu hari nggak bercengkrama dengan Al-Qur’an, dan masih banyak lagi yang bikin hati ini hampa …

Ibarat mobil yang perlu minum BBM biar terus jalan, perlu Oli biar mesinnya jalannya tokcer, perlu sesekali dicuci biar kotoran-kotoran yang menempel di badan mobil dan kaca hilang dan kembali bersih … Maka Diri kita pun tidak jauh berbeda dengan layaknya mobil yang perlu dimaintenance … biar nggak kotor, bau, njamur, dll …



layaknya mobil, hati juga perlu lho … Nih, islam menawarkan “PAHE – PAKET HATI BERSIH” , kalo bisa sih semua dijalanin, sepaket gitu lho … biar muanteb pula hasilnya , PAHE ini terdiri dari beberapa menu berikut :

1. Sholat Wajib nya diusahakan sebisa mungkin di awal waktu , berjamaah , syukur2 bisa menunggu waktu sholat di masjid, sip banget tuh … tau nggak , “Jika dia masuk masjid, dia dianggap seperti orang yang sholat selama dia menanti sholat. Malaikat bershalawat kepadanya selama dia berada di tempat sholatnya, ‘Ya Allah ampunilah dia, ya Allah kasihanilah dia, selama dia tidak berbuat aniaya dan berhadats“, (HR.Muttafaq ‘Alaihi)

2. Sholat Sunnahnya, coba di cek … Sholat malam and Sholat Dhuhanya, kelewatan nggak … dijamin deh, kalo udah sholat malam dan sholat dhuha, ditambah sholat sunnah rawatib … hari-hari kita kan terasa lapang, nggak hampa lagi …jaminan mutu 101 % :D , bagaimana nggak lapang, kalo tiap malem kita curhat abis-abisan kepada Allah, nangis sampai berliter2 … minta sepuas-puasnya , kalo sholat dhuha … insya Allah bikin rezeki kita lebih barokah lho … terus.. terus, terus terus !! terusin aja sendiri … maksudku , jalanin dulu, baru tahu khasiatnya :D

3. Tilawah Al-Qur’an, kalopun satu hari cuman 1 halaman, itu udah bagus kok, apalagi kalo ditambah baca arti dan dipahami makna-makna yang terkandung dalam ayat-ayat suci itu … bikin segerrrr men… seger bin sejuk bin adem lho .. belum lagi ada bonus nya lho .. kalo 1 huruf dilipatgandakan 10x kebaikannya, bagaimana kalo 1 halaman, apalagi 1 juz tiap hari …. :D

4. Sedekah, nggak usah muluk2 harus ribuan ato puluhan ribu, kalopun Anda bersedekah 500 perak, tapi istiqomah , itu insya Allah lebih disukai oleh Allah. coba sediakan kotak amal kecil2 di rumah / kamar anda, setiap hari, entah 500 ato seribu , ato sesekali 10.000 ribu, masukkan aja di kotak amal anda, nah, kalo udah 1 bulan ato 2 bulan

… coba deh, diitung, terus cari kotak amal di masjid ato ke panti asuhan terdekat, masukin ato sumbangin ke siapapun yang bener2 membutuhkan … yakin deh. .. bikin hati mu bakalan terasa plong ...and nggak usah dipikirin terus jumlahnya, penting ikhlasin aja .. Allah nanti yang akan mbalas kok … dan JANGAN TAKUT MISKIN DENGAN BERSEDEKAH … TAKUTLAH JADI KAYA:D DENGAN BERSEDEKAH ….

5. Dzikir … inget Allah, hati yang berdzikir, lisan yang basah karena dzikir, dan jasad yang berhiaskan akhlak yang baik juga termasuk dzikir … yaitu selalu menggunakan apa yang ada dalam diri kita untuk tetep inget pada Allah ‘Azza Wa Jalla, wherever kalo bahasa kampung saya … :D , “Dan ingatlah, dengan mengingat Allah , dapat menentramkan hati” ..(Ar-Ra’d : 28)

6. Puasa , ada puasa sunnah senin kamis, daud, pertengahan bulan, dan masih banyak lagi fasilitas-fasilitas yang Allah sediakan untuk membersihkan kerak-kerak yang ada di hati kita … dengan menahan lapar, dengan merasakan apa yang dirasakan oleh saudara2 kita yang sedang kelaparan … Sehat lahir batin, itu udah diuji lho oleh dokter, lokal maupun interlokal …. puasa itu bikin sehat !!! dijamin deh

7. Menjalin Ukhuwah dan Silaturrahim, ukhuwah itu bikin hati yang sedang gelisah jadi lebih terhibur, teringat akan canda tawa, tausiyah penyejuk hati seorang kawan seperjuangan, terngiang pengalaman rihlah bersama, itu bikin hati yang sedang lesu jadi tambah semangat lagi … bener nggak ?? Di sisi lain, orang yang menjalin dan menghubungkan tali sillaturrahim itu, dapet banyak reward dari Allah, salah satunya, umur nya barokah, dan juga harta yang barokah juga …

Nah, kira-kira 7 menu PAHE itulah yang mungkin sedap untuk kita nikmati bersama … dan saya yakin, kalo sepaket PAHE ini terus kita jalani, insha Allah … hati hampa ?? no way la yaw… ^ _ ^

Semoga bermanfaat bagi yang membacanya ...

Saatnya Memaafkan, Sekaligus Melupakan

Dengan memaafkan, berarti Anda telah mengundang kebahagiaan untuk diri Anda sendiri. Sebaliknya, dengan tidak memaafkan, untuk selanjutnya terus membenci hanya akan mengikat orang yang dibenci tersebut di hati Anda. Jadi, tidak pernah ada ruginya untuk memaafkan, bahkan ketika kita memilih untuk egois, toh untuk kebahagiaan sendiri juga. Sekarang tinggal bagaimana bisa “benar-benar” memaafkan.

Parameter “berhasil” atau tidaknya seseorang memaafkan adalah ketika dia tidak lagi mengungkit-ungkit kesalahan tersebut. Bahasa kerennya “Forgive and Forget”. Untuk itu, berikut dipaparkan metodenya.



Hal pertama yang perlu dilakukan apabila merasa disakiti adalah berpikir dengan tenang dan jernih. Coba renungkan, mengapa seseorang bisa menyakiti Anda? Mengapa bisa terjadi pertengkaran? Perlukah marah? Pikirkan juga apakah akan terajadi hal buruk apabila masalah tersebut dibiarkan?

Ingatlah bahwa apabila seseorang, terutama pasangan, menyakiti perasaan, dapat dipastikan bahwa Anda memiliki peran tindakan atau pertengkaran tersebut. Tidak ada suatu pertengkaran yang murni disebabkan oleh kesalahan satu individu.

Apabila dengan cara tersebut Anda masih merasa berat untuk memaafkan atau merasa kesalahan tersebut akan berdampak lebih buruk apabila dibiarkan, maka perlu diambil langkah kedua. Bicarakan masalah atau kesalahan yang terjadi bersama “pelaku”.

Dengan kepala dingin, bicarakan satu masalah yang ingin diselesaikan, jangan merembet sana-sini. Carilah penyebab masalahnya serta temukan kesalahan dari masing-masing individu (ingat, tidak ada orang yang salah 100 persen).

Jangan berhenti sebelum ditemukan solusi dari masalah tersebut. Berpisah atau bercerai, bukanlah solusi yang diharamkan. Namun, ingat, dalam hal ini adalah bercerai dalam konteks solusi atau bukan melarikan diri.

Setelah langkah kedua selesai, bisa juga langsung dari langkah pertama, saatnya masuk ke langkah ketiga, yaitu memaafkan. Bayangkan kejadian yang telah menimbulkan rasa sakit hati. Bersamaan dengan itu, ucapkan “Saya memaafkan kamu ketika kamu melakukan “…” (sebutkan hal yang membuat sakit hati).”

Lakukan berulang-ulang hingga perasaan Anda benar-benar yakin telah memaafkan kesalahan tersebut, ditandai dengan tidak bermunculannya kembali sederetan emosi negatif di pikiran. Bukti paling mudah untuk melihat keberhasilan terapi ini adalah ketika seseorang tidak lagi mengungkit-ungkit kejadian yang membuatnya merasa sakit hati.

Jangan ragu melakukan langkah-langkah tadi apabila kesalahan yang sama terulang kembali. Mengungkit masalah yang sebelumnya pun bukan hal yang haram, tapi hanya pembelajarannya, bukan masalahanya.

Sabtu, 17 November 2012

Aku Tak Mencari Wajah Yang Tampan



Aku tak mencari seorang suami yang tampan wajahnya. Atau yang tegap badannya.

Aku juga tak mencari seorang suami yang kaya harta. Atau yang punya rumah mewah dan mobil banyak.

Aku hanya mencari seorang laki-laki yang benar-benar telah siap menjadi Imamku.

Ya... Hanya mencari seorang Imam.

Yang dapat membimbingku dalam urusan Dunia dan Akhirat.



Yang dapat menuntunku ke arah yang benar.

Yang bisa mengingatkanku ketika aku lalai dalam melaksanakan dan menjalankan perintah-Nya.

Yang bisa menyadarkanku ketika aku berbuat khilaf.

Yang bisa meluruskan akalku dengan penuh kelembutan.

Yang bisa menegurku ketika aku alpa pada tanggung jawab dan kewajibanku
sebagai seorang Isteri yang wajib taat pada suami dan Rabb-Nya.

Yang bisa memaafkanku dengan ikhlas atas segalan salah dan khilafku.

Agar kelak keluarga yang aku bina bersama dia menjadi keluarga yang Sakinah, Mawaddah, Warahmah.

Itu saja.

Sederhana bukan?

Rabu, 14 November 2012

Rok Mini “Dimata Lelaki”

Soal rok mini ini memang menggelitik. Saya sendiri di dalam dilema yang besar. Alasannya, pertama karena saya laki-laki. Kedua, karena saya belum pernah memakai rok mini. Sebagai orang berpendidikan, saya khawatir perspektif saya terhadap rok mini ini menjadi sangat subyektif, dipenuh asumsi, dan ngawur.

Tapi sebenarnya saya selalu ingin mengajukan pertanyaan kepada setiap pengguna rok mini atau celana super pendek di area publik demi mendapat sudut pandang yang obyektif dari si pemakai agar saya tidak salah sangka:



1. “Mbak-mbak, boleh tau apakah dengan rok mini yang mbak pakai itu, saya atau kami boleh menikmati paha mbak?”
2. “Kalau boleh, apakah mbak memang sengaja agar kami melihatnya? atau malah risih kalau kami melihatnya?”
3. “Atau tolong jelaskan kepada kami, bagaimana seharusnya kami boleh menikmati paha mbaknya biar mbak merasa nyaman dan kita bisa sama-sama menikmati, agar saya merasa aman dalam menikmati, dan mbaknya nikmat juga dilihati?”

Pertanyaan ini sebenarnya penting untuk ditanyakan sebagai dasar ilmiah untuk mengambil kesimpulan, tapi belum kesampaian saya tanyakan sampai saat ini. Malu nanyanya. Dan saya memilih untuk menikmati rok mini tersebut dengan diam-diam, dengan “etika” yang saya karang sendiri agar tidak berdampak sosial yang buruk.

Ada yang bilang ini soal iman. Kalau iman kuat, rok mini lewat. Saya kira setiap orang beriman yang jujur, kalau ditanya pasti menjawab akan timbul pikiran bukan-bukan ketika menjumpai perempuan muda berpaha indah memakai rok mini atau celana pendek sekali di tempat umum.

Tidak usah jauh-jauh, saya sendiri akan mengaku beriman, sholat tidak pernah lewat, kadang-kadang juga ngaji, tapi rok mini is rok mini, daya tariknya sungguh sering melewati daya tangkal iman. Kalau ada yang bilang “Pikiran situ saja yang jorok“, duh, ingin sekali saya jawab “Saya sudah susah payah membersihkan pikiran dari yang nggak-nggak, tapi situ lewat sambil menjorok-jorokkan paha …. memaksa untuk dilihat“.

Soal hak, semua memang punya hak masing-masing. Selama masih berada di tempatnya, hak menjadi sesuatu yang aman bagi dirinya maupun orang lain.

Contohnya merokok. Saya yakin itu adalah hak. Tidak seorangpun kecuali keluarga dan orang-orang yang bergantung hidupnya pada perokok boleh melarang orang untuk merokok. Tetapi ketika merokok di tempat umum, hak itu jadi tidak aman untuk orang lain. “Tolong ya mas, merokoknya di ruang merokok, atau menggunakan helm full face saja biar asapnya tidak terhirup oleh saya“. Gimana kalau perokok menjawab, “Ya situ saja jangan hirup asap saya kalau memang tidak suka bau asap“. Kira-kira Anda mau langsung mengajak adu hantam tidak?

Mamainkan musik adalah hak. Tetapi ketika bertetangga, genjrang-genjreng di jam dua pagi di depan rumah orang, kira-kira akan membuat tidur orang terganggu tidak? Gimana kalau ketika ditegur si penggitar menjawab “Tolong ya Bu, kalau memang tidak suka dengan suara gitar saya, ibu jangan dengerin suaranya, gitar-gitar saya kok ibu yang repot“. Kira-kira si ibu akan melempar sandal atau tidak? Kalau bermainnya di dalam kamarnya sendiri, di studio musik kedap suara, saya kira volume sebesar apapun tidak akan jadi masalah. Minimal tidak jadi masalah untuk orang lain.

Sama jadinya dengan rok mini dan hot pant. Di rumah, rok mini akan menjadi sangat asik. Aman, dan nyaman buat semuanya. Apalagi di kamar, tidak pakai rok pun akan semakin menambah suasana jadi lebih sesuatu banget Dan, semua orang akan merasa happy dan dijamin aman.

Tapi di boncengan sepeda motor, di busway, di jalanan … duuuh biyung, please mbak, bu, kalau sekadar saya yang lihat dijamin akan aman. Karena nafsu dan pikiran saya akan saya manage sedemikian rupa sehingga akan hanya meledak tanpa melukai Anda. Tapi kalau yang nafsunya meledak itu lelaki yang sedang sakit parah jiwanya dan tak tau tempat?

Pemerkosa adalah orang yang sedang sakit jiwanya. Dan kata orang tua, mencegah lebih mudah dan murah dari pada mengobati. Mengobati mereka tetap harus dilakukan karena bisa membahayakan orang lain, berapapun biaya material dan sosial yang dibutuhkan, termasuk kita memberi makan mereka di penjara seumur hidup.

Tapi sambil mengobati, akan lebih cerdas, mudah, dan murah kalau kita semua juga ikut mencegah, salah satunya dengan tidak mengguanakn rok mini di tempat umum. Masih banyak pilihan busana yang lain, yang tetap menarik (tanpa menggoda) dan pantas.

Cara ini pasti lebih murah sebelum ada yang menjadi korban lelaki sakit jiwa. Kecuali, kalau memang rok mini telah menjadi sumber penghasilan pengenanya.

Mbak-mbak, ibu-ibu. Sebagai lelaki, saya selalu mengagumi perempuan. Dalam teori saya, perempuan itu setiap inchi kulitnya adalah fashion. Karena itu, benang dililit-lilit pun ke beberapa bagian tubuh, sudah seperti keindahan yang menyeluruh. Perempuan juga sangat ekspresif. Mereka suka bicara, suka berdandan, suka “menunjukkan” keindahan dirinya. Itu memang kodratnya.

Dan sedikit ini komentar lelaki. Kami-kami ini juga sangat ekspresif. Tapi berbeda caranya dengan perempuan. Kami tidak terlalu suka bicara, suka berdandan, menunjukkan keindahan diri sendiri. Tapi langsung bertindak.

Sebagian yang lain, ekspresinya malah tidak terlihat sama sekali. Tetapi sesuatu di balik celananyalah yang langsung bereaksi.

Maka, seperti Bang Napi bilang, kejahatan terjadi bisa bukan karena niat pelakunya, tetapi ketika ada kesempatan.

Semoga kita semua aman dan selamat. Di manapun berada. Teriring doa untuk istri, ibu, anak, kakak, dan adik2 saya.

Jumat, 19 Oktober 2012

Fisik Bukan Segalanya, tapi dari Sana Segalanya Bermula

Begitukah? Entah! Yang jelas, pantun klasik “Dari mana datangnya lintah, dari sawah turun ke kaki. Dari mana datangnya cinta eh, mestinya cintah dong ya – dari mata turun ke hati”, menggambarkan betapa mata adalah gerbang ke istana cinta. Apa yang bisa ditangkap oleh mata? Ya rupa, masa aroma?

Selain berbagai perbedaan lain, perbedaan “kualitas” fisik antarmanusia, seringkali dianggap sebagai bentuk ketidakadilan yang kejam dalam kehidupan. Jika memang seseorang memiliki rupa dan tubuh yang, katakanlah kurang simetris, layout atau perjawahannya tidak rapi, pokoknya sama sekali tidak nyaman dipandang, apalagi untuk jangka panjang, apa hendak dikata? Berusaha memoles dan merias habis-habisan, justru akan membuat makhluk itu kelihatan makin menyedihkan.



Orang yang sangat miskin, mungkin saja menjadi kaya bila dia gigih sekaligus “bernasib” baik. Tapi orang yang sangat jelek… Kegigihan dan nasib baik apa gerangan yang akan mengubahnya menjadi cakep? Operasi plastik? Nah, itu dia masalahnya. Bila dia berubah menjadi cakep dengan proses yang “maksa” itu, dia bukan dirinya lagi …

Kemiskinan, status sosial, derazat pendidikan, dan berbagai “kekurangan” lain, jelas akan mengganggu kepercayaan diri seseorang. Namun “kesadaran” akan buruknya kualitas “perwajahan dan pertubuhannya”, bukan lagi mengganggu, tetapi menggerogoti!

Wanita sering mengeluhkan, betapa pria adalah makhluk yang berorientasi kepada fisik. Tidak aneh sebenarnya, mengingat Sang Desainer tampaknya memang melekatkan jauh lebih banyak keindahan pada tubuh wanita daripada pria. (Oiya, kira-kira keindahan di tubuh pria itu apa ya?)

Tapi sebenarnya, tidak saja wanita yang perlu merasa risau soal fisiknya, ketika berhubungan dengan pria. Kaum pria pun begitu kok. Cuma ya, di-PD-PD-in saja.

Jadi inget dulu di milis, dapat posting tentang perbedaan cowok ganteng dengan cowok jelek.

Kalo cowok ganteng pendiem, cewek-cewek bilang: “Wow, cool banget…”

Kalo cowok jelek pendiem, cewek-cewek bilang: “Ih kuper…”

Kalo cowok ganteng bergaya gaul, cewek-cewek bilang: “fungky bo…”

Kalo cowok jelek bergaya gaul, cewek-cewek bilang : “ih norak…”

Kalo cowok ganteng jomblo, cewek-cewek bilang: “pasti dia perfeksionis”

Kalo cowok jelek jomblo, cewek-cewek bilang: “sudah jelas… Kagak laku!!!”

Kalo cowok ganteng jadi gay, cewek-cewek bilang: “tuh kan, cowok aja pada suka”

Kalo cowok jelek jadi gay,cewek-cewek bilang: “karena cewek-cewek udah nggak berminat”

Kalo cowok ganteng ganti-ganti cewek, cewek-cewek bilang: “wajar kan direbutin cewek-cewek cantik”

Kalo cowok jelek ganti-ganti cewek, cewek-cewek bilang: “pasti bolak-balik diputusin”

Kalo cowok ganteng dapet cewek cantik, cewek-cewek bilang: “klop… Serasi banget”

Kalo cowok jelek dapet cewek cantik, cewek-cewek bilang: “pasti maen dukun… Atau ceweknya matre”

Kalo cowok ganteng ditolak cewek, cewek-cewek bilang: “jangan sedih kan masih ada aku”

Kalo cowok jelek ditolak cewek, cewek-cewek bilang: (diam, tapi telunjuknya meliuk-liuk dari atas ke bawah).

Kalo cowok ganteng diputusin cewek, cewek-cewek bilang: “duh, kok bego banget tu cewek?”

Kalo cowok jelek diputusin cewek, cewek-cewek bilang: “akhirnya terbuka juga mata hati cewek itu”

Kalo cowok ganteng digaet tante-tante girang, cewek-cewek bilang: “pinter juga tuh tante”

Kalo cowok jelek digaet tante-tante girang, cewek-cewek bilang: “pasti karena cucakrowonya”

Kalo cowok ganteng ngaku pacar Asmirandah, cewek-cewek bilang: “percaya… Masuk akal”

Kalo cowok jelek ngaku pacar Asmirandah, cewek-cewek bilang: “yee, tolong beli kaca yg gede ye”

Kalo cowok ganteng suka merawat wajah, cewek-cewek bilang: “itu namanya memelihara aset”

Kalo cowok jelek suka merawat wajah, cewek-cewek bilang: “buang-buang waktu aja!!!”

Sedih ya membacanya… Konon lagi mengalaminya. *Pengalaman pribadi?* Tapi begitulah.

Padahal andai cewek-cewek itu tahu, atau siapapun yang cenderung menjadikan kecakepan sebagai kriteria terpenting, atau satu-satunya kriteria, dia bisa saja terjebak seperti membeli hp dengan casing kinclong, tapi daleman ancur!

Dan internet datang…

Banyak orang kemudian menjalin konektivitas, yang disebut sebagai “Relasi Kata tanpa Rupa”. Chatting, email, berbagai situs jejaring sosial, juga kemudian blogging, konon lagi bila berlanjut ke saling sms dan telepon, membuat antar insan menjadi begitu “dekat” walau mereka belum sempat bertatap muka.

Dalam hubungan di jagat maya itu, rupa dan unsur fisik secara keseluruhan, menjadi sekunder sifatnya. Jiwa, pemikiran, hal-hal yang tidak kasat mata, lebih mendapat ruang.

Memang banyak orang mencela jagat maya sebagai wahana beresiko tinggi untuk memulai sebuah hubungan yang serius. “Anda bisa tertipu!” kata mereka. Oiya? Trus ada jaminan manusia nyata yang Anda peluk-kecup setiap hari itu bukan seorang psikopat yang sedang menunggu waktu yang tepat untuk memutilasimu? Tuh, si Ryan tidak memungut korbannya dari jagat maya, tapi dari pertemanan nyata.

Barangkali, teknologi internet, yang memungkinkan relasi kata tanpa rupa itu, adalah jawban Tuhan atas keluh makhluk-makhluk-Nya, yang karena satu dan lain hal, memiliki tubuh yang kurang argonomis, dan wajah asimetris. Apa coba?

Relasi kata tanpa rupa tadi, memungkinkan jiwa-jiwa terekat erat lebih dulu, sampai kepada suatu titik, ketika mereka sudah siap walau akan menemukan jiwa yang mengikat jiwanya itu, ternyata bersemayam di dalam tubuh yang jauh dari sempurna.

Pada akhirnya, tidak saja fisik bukan segalanya, tapi bahkan tidak segalanya harus bermula dari sana. Semoga bermanfaat dan dapat mengambil hikmat dari ulasan

Rabu, 10 Oktober 2012

Jadi Perfeksionis itu Kadang Melelahkan.....

Tidak banyak orang-orang terdekat saya yang tau kalau saya ini tipe orang perfeksionis. Perfeksionis adalah sebutan untuk orang-orang yang “mengidap” perfeksionisme, yaitu suatu keyakinan bahwa seseorang harus terlihat sempurna menurut standar idealnya serta harus selalu mencapai kondisi terbaik pada aspek fisik dan non fisik. Orang perfeksionis cenderung tidak mudah puas terhadap sesuatu yang dikerjakannya. Itulah yang sering saya rasakan pada diri saya.
Untuk beberapa hal, saya terbilang  cukup perfeksionis. Contohnya dalam urusan membersihkan rumah. Membersihkan rumah bagi saya terangkum dalam “satu paket wajib” yang harus saya lakukan. Paket tersebut yakni : membereskan dan merapikan ruangan, mengelap debu, menyapu dan baru mengepel. Semua wajib dilakukan, tidak boleh ada yang tidak. Saya sering merasa tertekan kalo ngepel rumah tapi ruangannya belum dirapikan atau debu di lemari belum dibersihkan. Saya sering mencela kebiasaan adik saya yang tetap cuek mengepel walau kamar atau ruang tamu berantakan. Saya tidak bisa seperti itu. Maka setiap kali beres-beres, saya mewajibkan diri untuk melakukan satu paket tersebut, walaupun sebenarnya itu tidak harus selalu dilakukan karna beres-beresnya toh hampir tiap hari. Normalnya kan debu-debu di lemari juga ga perlu dibersihkan tiap hari. Tapi bagi saya, semua sudah satu paket tok. Kalo mau ngepel, ya harus benar-benar terlaksana dulu  tiga pekerjaan tadi. Selelah apapun dan sependek apapun waktu yang saya miliki akan saya usahakan untuk mengerjakannya, kecuali kalau memang saya benar-benar tidak punya kesempatan melakukan itu. 

Akhirnya, rangkaian “paket wajib” tadi membuat waktu untuk beres-beres rumah sampai memakan durasi satu setengah jam bahkan dua jam lebih. Hal inilah yang kemudian akan jadi bumerang bagi saya tatkala saya sibuk sehingga waktu untuk beres-beres hanya sebentar, atau saat badan saya letih sehingga tak kuat melakukan banyak pekerjaan.  Rasa stress saya pun terpicu.

Saya bisa saja hanya menyapu dan mengepel, tapi tetap dalam hati merasa risau dan tidak puas karna ada yang kurang dari rangkaian paket beres-beres rumah ala saya tadi. Tentunya ini terasa menyiksa sekali. Di satu sisi saya ingin segalanya sempurna, tapi di sisi lain saya tidak berdaya untuk membuat segalanya sempurna menurut standar saya.

Selain durasi beres-beres yang lama, saya juga tidak senang jika ada orang yang menginjak lantai yang sedang saya pel. Satu injakan saja bagi saya bisa merusak seluruh hasil kerja saya. Saya ingin semua hasil kerja saya harus tampak  “sempurna”.  Keluarga saya sudah mafhum dengan kebiasaan ini. Maka tidak ada yang berani menginjak lantai basah yang sedang  saya pel kecuali memang untuk urusan gawat seperti kebelet pipis atau lapar nyaris setengah pingsan. Kalau bukan untuk hal penting, mereka memilih untuk menunggu sampai lantai kering daripada melihat saya jamedud murukusunu alias pasang tampang manyun, huhu.

Masih tentang beres-beres rumah,  saya juga tidak begitu percaya pada adik saya untuk urusan yang satu ini. Saya merasa dia tidak bisa mengerjakannya dengan baik. Bukan saya sombong atau sudah ahli dalam beres beres rumah, tapi dalam pandangan saya, saya bisa melakukan semua dengan lebih rapi, teliti dan memuaskan ketimbang adik saya. Bahkan kadang saya sering mengepel ulang lantai yang sudah dipel adik saya karna merasa kurang puas. Entahlah, apakah saya adalah pribadi yang bertanggung jawab ? Ataukah sosok yang kelewat idealis dan egois? Hhaaa…saya tidak tau apa jawabnya.

Contoh keperfeksionisan saya lainnya adalah saat menulis catatan kuliah. Saya malas sekali kalau ada satu saja tulisan yang dicoret di catatan kuliah saya karna kesalahan menulis atau dosen yang keliru menerangkan. Dulu saya sering mengulang menulis catatan hanya karna ada satu kalimat yang salah dalam catatan saya padahal saat itu saya sudah menulis berlembar-lembar.  Masalahnya, seringkali dosen menerangkan dengan cepat sehingga otomatis saya harus menulis dengan terburu-buru sehingga kurang rapi dan kadang banyak salahnya. Menyiksa sekali bukan. Karna perasaan tersiksa itu, akhirnya saya memutuskan menulis berantakan sekalian, baru nanti disalin lagi ke buku lain yang tentu saja harus ditulis sehati-hati mungkin agar terlihat “sempurna” di mata saya.

Kejadian melelahkan juga terjadi beberapa waktu lalu saat saya dimintai tolong menulis buku administrasi dari kelas yang dipegang Ibu saya. Tulisan saya dianggap lebih rapi dari ibu sehingga lebih layak menulisi buku administrasi (padahal sebenarnya berantakan, seberantakan gigi saya, hehe). Setelah menulis buku administrasi penerimaan murid baru dan absensi kelas, saya merasa tulisan saya tidak rapi walau ibu saya berkali-kali bilang itu sudah cukup rapi. Saya tetap tidak puas dan menyesali beberapa kesalahan kecil dalam buku itu. Rasanya mengulang dari awal pun saya rela kalau saja buku administrasinya memiliki halaman lebih. Tapi sayangnya buku tersebut hanya dijatah sekian lembar untuk setiap tahunnya. Sehingga ujung-ujungnya saya jadi sedikit trauma melihat buku itu lagi karna saya menganggap di sana ada pekerjaan saya yang berantakan.

Sepintas, jadi orang perfeksionis itu bagus. Saya bisa melakukan sesuatu dengan penuh totalitas. Saya bisa menghasilkan banyak hal yang lebih teliti dan sempurna, walau tentu saja tidak ada yang sempurna di dunia ini dan kriteria sempurna bagi tiap orang pun berbeda. Sempurna yang saya maksud dalam hal ini adalah kondisi terbaik dari sesuatu. Tapi sisi buruknya,  jika saya sedang berada dalam kondisi yang tidak memungkinkan saya untuk melakukan segala sesuatu sesuai harapan, saya jadi merasa stress sendiri. Saya tertekan saat berada dalam situasi yang “tidak sesuai standar” saya. Saya tertekan  saat saya tidak berdaya untuk membuat semuanya sempurna.  Belum lagi jika lingkungan sekitar adalah orang-orang yang tidak “sepaham” dengan saya.  Saya jadi terlihat seolah-olah egois, arogan dan sok idealis, padahal saya tidak bermaksud begitu. Saya hanya berpandangan bahwa setiap kali kita bekerja, hasilnya harus sebaik mungkin. Tapi hal itu kadang membuat saya jadi merasa lelah sendiri. Misalnya saat saya sedang merapikan rumah lalu kakak atau ponakan saya dengan santainya lenggang kakung sana sini dan membuat kerapian rumah jadi rusak, saya bisa frustasi dan ngambek. Mood beres-beres pun bisa sampe anjlok. Gara-gara sifat saya yang seperti itu, saya sering jadi bahan olok-olok dan dijuluki Miss Perfect, walau sebenarnya saya juga tidak seperfeksionis itu. Kadang saya juga bisa berantakan, ugal-ugalan. Apalagi jika mood kerja saya sedang turun, saya bisa juga mengabaikan keadaan rumah yang berantakan. Tapi memang saya akui, dibanding sifat awur-awuran tadi, sifat perfeksionis lah yang lebih mendominasi..

Awalnya sih saya juga ga sadar kalo saya orang yang perfeksionis. Saya baru ngeh beberapa minggu terakhir, puncaknya saat sodara-sodara saya menjuluki saya Miss Perfect. Saya pun mulai merenung dan menyadari bahwa selama ini saya memang agak  perfeksionis. Tapi saya ga tau apakah perfeksionisme itu adalah kepribadian saya atau suatu syndrome yang saya idap tanpa sadar. Saya pernah membaca suatu artikel tentang kepribadian dan perfeksionisme identik dengan kepribadian melankolis. Lalu saya mengkaitkan keperfeksionisan ini dengan kepribadian saya yang didominasi melankolis-plegmatis. Saya juga berusaha menelusuri ciri-ciri lain dari kepribadian melankolis seperti menyukai kerapian, menyukai perincian, idealis, menetapkan standar tinggi, tertib dan terorganisasi, cermat dan teratur. Sejumlah ciri-ciri tadi sama dengan karakter saya. Jadi sepertinya ada kemungkinan kalau keperfeksionisan ini adalah bawaan dari kepribadian melankolis saya. Entahlah, itu baru analisa asal-asalan saya.

Hhh….saya ga tau harus bersikap seperti apa dengan keperfeksionisan ini. Kadang merasa sangat menikmati karna ada hal- hal positif yang saya rasakan. Tapi kadang saya merasa lelah sendiri..sangat lelah dan jengkel. Sayangnya saya tidak bisa melawan suatu desakan dari dalam diri saya yang terus menuntut agar semua jadi perfect. Saya juga bingung harus bagaimana, darimana semua berasal dan mengapa saya begini. Mungkin untuk saat ini hanya menikmatinya saja, sebagai satu karakter yang dianugrahkan Allah untuk saya. Saya syukuri saja sisi positifnya, dan untuk sisi negatifnya saya tolerir sedikit demi sedikit. Yang penting saya tetap jadi diri saya sendiri…


Entri Populer