Senin, 29 April 2013

Eksploitasi Kesedihan Wafatnya UJ Oleh Media


Televisi mulai kebablasan. Media online juga. Semua tak henti memberitakan meninggalnya ustad Jefry Al Buchori atau yang akrab dipanggil Uje. Hampir semua chanel televisi memberitakannya siang malam, termasuk televisi berita yang biasanya “intelek”.
Saking kebablasannya bahkan soal firasat kematian Uje pun diberitakan. Dimana disebutkan ibunda Uje berfirasat Uje sudah pamitan dengan pemberian uang Rp.500 ribu dst. Apa media tak tahu bahwa firasat bukan fakta dan secara etika tak boleh diberitakan?

Yang juga tak enak hati melihatnya adalah, saat jurnalis mewawancarai ibu dan keluarga korban (Uje). Apa tidak sungkan menanyai aneka rupa saat orang lagi berduka. Mbok ya dikasih waktu orang lagi berduka untuk mengambil nafas gitu loh.
Lagian mengapa pula memberitakan kedukaan berpanjang-panjang, segala segi dibahas, dari firasat, pemberian uang Rp500 ribu, honor pertama Uje dakwah sebesar Rp35 ribu, dst selama berjam-jam dalam tiga hari siang malam. Dan entah kapan kehebohan ini berakhir.
Kedukaan itu pahit. Kepahitan itu begitu sulit ditelan oleh jiwa di masa-masa awal kematian orang yang dicintai. Istri Uje saja sampai dua kali pingsan. Apa tak lebih baik keluarga korban dibiarkan hening dari hingar pemberitaan dan buruan jurnalis.

Ah, semoga Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) menyikapi eksploitasi kesedihan di media demikian dengan baik. Semoga media pun introspeksi diri, terutama dalam menerapkan standar etika yang ketat.
Publik seperti saya perlu juga asupan berita yang lain. Banyak ketimpangan sosial, mafia hukum, jual beli jabatan, infrastruktur yang terbengkalai dst. Semua butuh porsi pemberitaan.
Uje sudah menuntaskan pengabdiannya di dunia dan insya Allah sudah tenang di alam kubur. Media, sudahlah, hentikan eksploitasi duka demikian.
(SP)

Buruan Daftar Migrasi Ke Planet Mars


sumber foto:natinalgeographic.co.id

sumber foto M.okezone.com

sebuah perusahaan besar dibelanda yg bergerak khusus dibidang antariksa yg bernama Mars one yg didirikan oleh bas landorp  membutuhkan 40 orang relawan untuk diberangkatkan kemars dan memulai kehidupan baru disana sebagai penduduk pertama planet merah itu, dan rencana super prestisius itu akan dumulai pada tahun 2023.
adapun persyaratan bagi anda yg tertarik mencatatkan namanya dalam sejarah antariksa adsalah;


  1. sehat jasmani dan rohani


  2. memiliki kemampuan survaving atau daya tahan hidup yg kuat.


  3. memiliki sikap ygbaik.


  4. bersedia tinggal selamanya dan meninggal di planet mars.

  5. dikenakan biaya tiket US$ 38 jika dirupiakan  Rp 380.000 rupiah


pendaftaran ini dibuka bagi siapapun anda dari negara manapun anda dan pendaftaran untuk angkatan pertama akan ditutup pada bulan agustus tahun 2013 ini.

rencanainvasi ke planet mars akan direalisasikan sekitar tahun 2023 dan bagi 40 relawan yg lolos akan diberangkatkan kemars dengan menggunakan kendaraan khusus namun tidak disipkan kendaraan untuk pulang karena itu misi ini adalah siap mati diplanet mars.

bagi relawan yg lulus seleksi akan dites terlebuh dahulu dimana akan dibuat simulasi kehidupan sperti kondisi geografis mars selama beberpa tahun, dan disiarkan secara live diseluruh dunia melalui televisi dan setiap hari melalui kamera yg dipasang ditempat simulasi planet mars tersebut.

sebagai langka awal dari proyek ambisius ini pada tahun 2016 mars one akan mengirimkan terlebih dahulu satelit komunikasi keplanet mars gunah memudahkan komunikasi nantinya dengan para relawan yg diberangkatkan kemars.dan pada tahun 2022 akan memberangkatkan astronot beserta peralatan lainnya untuk disiapkan di planet mars sebelum para relawan tibah pada tahun 2023.

sebagaimana kita ketahui jarak bumi ke planet mars adalah 78 juta kilometer dan butuh waktu 9 bulan untuk kesana, bahkan kendaraan antariksa nasa Curiosity yg berhasil mendarat diplanet mars dan mengirimkan gambar kebumi membutuhkan waktu 9 bulan untuk tiba di palent mars.

untuk mengatasi jarak tempuh yg terlalu lama tersebut seorang ilmuan dari washington university akan menciptakan roket super yg hanya membutuhkan waktu 1  bulan untuk sampai kemars dan roket konvensional tersebutmemakai magnet mengkompresi metal dan menggunakan bahan bakar deuterium-tritium.

bagi yg berminta silahkan daftarkan diri anda menjadi orang pertama didunia tinggal di planet mars.  di link ini :  http://applicants.mars-one.com/

Jumat, 19 April 2013

Kaum Dropa Tibet, Saksi Keberadaan Alien

Tahun 1938, sebuah tim arkeolog dari Universitas Peking (Beijing) yang sedang melakukan survei goa di pegunungan Baian Kara-Ula, Tibet menemukan sebuah pekuburan dalam salah satu gua yang dibuat dengan sangat rapi, berisi tulang kerangka mirip manusia pada umumnya, kecuali bagian tengkorak kepalanya yang lebih besar, tak sebanding dengan proporsi tubuhnya.


Di tempat yang sama, salah seorang anggota tim juga menemukan sebuah piringan batu berdiameter 22,86 cm, tergeletak pada sebuah sudut gua dan tertutup lapisan debu. Pada bagian tengah piringan tersebut terdapat lubang dan goresan-goresan teratur pada salah satu sisi permukaannya yang menyerupai bentuk karakter tulis berukuran sangat kecil. Para anggota tim yang tak satu pun memahami tulisan tersebut kemudian membawa dan menyimpannya bersama hasil-hasil temuan lainnya ke Universitas Peking.


Sejak itu para ahli di Peking terus berupaya memecahkan maksud tulisan tersebut. Hingga 20 tahun kemudian, Dr. Tsum Um Nui berhasil memecahkan kode tulisan dan membaca pesan yang terkandung padanya. Isi tulisan pada piringan tersebut menceritakan tentang penduduk dari planet lain yang mengalami kerusakan pesawat sehingga terpaksa mendarat darurat di pegunungan Baian Kara-Ula. Para penduduk lokal setempat (suku Han) yang terkejut dan merasa aneh dengan penampilan fisik para pendatang tersebut menyangka mendapat ancaman lalu berusaha memburu dan membunuh mereka. Para pendatang yang juga terdapat perempuan dan anak-anak menjadi panik dan berusaha menyelamatkan diri dengan bersembunyi pada gua tempat ditemukannya piringan batu tersebut, namun banyak diantaranya yang terbunuh.

Kerusakan pesawat yang parah dan lokasi yang terisolasi membuat mereka tidak dapat memperbaiki pesawatnya. Tulisan tersebut juga mengidentifikasikan mereka sebagai kaum Dropa. Keterangan yang tertulis pada piringan batu tersebut ternyata mirip dengan legenda yang ada di masyarakat lokal setempat, yaitu tentang munculnya makhluk dari angkasa yang berbadan kurus kecil tetapi berkepala lebih besar.


Pada 1965, telah berhasil ditemukan 716 piringan batu sejenisnya dari gua yang sama. Seorang ahli dari Rusia bernama W. Saitsew yang melanjutkan penelitian Dr. Tsum melaporkan bahwa piringan batu tersebut terbuat dari campuran kobalt dan sejenis metal yang tidak dikenal, diduga adalah bagian komponen suatu sirkuit elektris.



Sedangkan di sisi dinding gua yang lain, ditemukan gambar matahari, bulan, sebuah bintang yang belum teridentifikasi dan planet bumi yang keseluruhannya dihubungkan oleh sebuah garis titik-titik. Dari hasil penelitian diketahui bahwa temuan-temuan di gua tersebut (termasuk piringan batu) telah berusia kurang lebih 12.000 tahun. Kini, di area sekitar gua tempat ditemukannya piringan batu masih dihuni oleh dua suku yang terisolir bernama Han dan Dropa. Mereka bukan seperti orang Tiongkok maupun Tibet, bahkan penampilan fisiknya berbeda dengan orang kebanyakan, badannya kurus dan lemah, tingginya tak melebihi 1,5

Misteri Paling Membingungkan, Kasus Tamam Shud

01 Desember 1948, Pantai Somerton, Adelaide, Australia. Pada pukul 6.30 pagi, seorang pria bernama J Lyons menemukan sesosok mayat pria tidak dikenal. Saat itu, Ia tidak menyadari bahwa penemuan ini akan menjadi salah satu kasus paling misterius di Australia.

Misteri ini sering disebut sebagai kasus Taman Shud (Kadang ditulis "Tamam Shud") atau Misteri pria dari Somerton. Dan kasus ini dianggap sebagai salah satu kasus tidak terpecahkan paling aneh didalam sejarah Australia.



Mayat di Somerton
Pada tanggal 30 November 1948, satu hari sebelum penemuan mayat itu, sepasang muda-mudi bernama O'Neill dan Strapps sedang berjalan-jalan di pantai itu. Mereka kemudian melihat mayat itu tergeletak di dekat dinding penahan ombak. Awalnya mereka mengira pria tersebut sedang tertidur atau tidak sadarkan diri karena mabuk.

"Sepertinya aku harus melihatnya, jangan-jangan terjadi apa-apa." Kata O'Neill. Strapps kemudian menimpali,"Jangan terlalu ingin tahu. Siapa tahu ia sudah mati." Katanya sambil bercanda.

Jadi mereka berdua membiarkannya. O'Neill dan Strapps kemudian meneruskan berjalan-jalan di pantai itu selama setengah jam. Dalam rentang waktu tu, mereka melihat pria itu tidak bergerak sama sekali. Lalu, mereka pulang ke rumah.

Esok paginya sekitar pukul 6.30, seorang pria bernama Lyons baru saja selesai berenang bersama teman-temannya. Lalu, matanya tertuju kepada pria yang tergeletak itu.

Ia menjadi curiga dan kemudian mendekatinya. Ia memeriksanya dan menyadari bahwa pria tersebut telah meninggal. Lyons segera menghubungi kantor polisi Brighton dan segera kembali ke tempat penemuan mayat.


Petugas polisi bernama Moss bersama rekannya, Strangway, lalu datang ke lokasi dan menjumpai Lyons disitu. Moss yang memeriksa mayat tersebut tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan di mayat tersebut. Pakaiannya masih lengkap dan tidak ada tanda-tanda bekas perampokan. Puntung rokok yang baru terbakar sebagian tergeletak di samping kerah kanan jasnya.

Pria itu diperkirakan berusia sekitar 45 tahun dengan kondisi fisik yang sehat. Penampilannya terlihat seperti orang Eropa dan ia mengenakan pakaian yang mahal.

Mayat itu lalu dibawa dengan ambulan polisi ke Rumah Sakit Royal Adelaide. Para dokter yang memeriksa menemukan bahwa pria ini meninggal pada pukul 2 pagi. Mayatnya kemudian dipindahkan ke kamar mayat dan polisi mulai menyelidiki kasus ini.

Karena tidak ada orang yang mengklaim mayat itu, dua hari kemudian, otopsi dilakukan. Dan disinilah sebuah misteri mulai muncul ke permukaan. Petugas otopsi tidak bisa menemukan penyebab kematiannya.

Siapakah dia sebenarnya ?
Mereka memang menemukan tanda-tanda keracunan pada tubuhnya yang terlihat dari banyaknya darah yang berkumpul di perut dan adanya ciri-ciri gagal jantung. Namun anehnya, tidak ditemukan sisa-sisa racun sama sekali di tubuhnya.

Di dalam tubuhnya juga tidak ditemukan bekas luka atau tanda lahir apapun.

Dalam sakunya, ditemukan beberapa benda seperti tiket kereta api menuju pantai Henley yang belum terpakai, sebuah tiket bus menuju Glenelg yang sudah terpakai, dua kotak rokok dengan merek yang berbeda, permen karet dan korek api. Tidak ditemukan adanya uang.

Anehnya, semua merk bajunya telah dihilangkan, sepertinya dilakukan dengan sengaja. Ia juga tidak mengenakan topi yang biasa dipakai oleh pria berjas pada masa itu.

Tangannya halus dengan kuku yang rapi, seakan-akan pria tersebut tidak pernah melakukan pekerjaan-pekerjaan kasar. Pria ini juga memiliki tubuh yang tinggi dan berbentuk. Bahunya lebar dengan pinggang yang ramping. Telapak kakinya memiliki ciri seperti seorang penari.

Polisi lalu segera melakukan penyelidikan serius atas kasus ini.

Mereka mencetak foto dan sidik jari pria ini dan disebarkan ke seluruh Australia, Selandia Baru dan negara-negara berbahasa Inggris lainnya. Namun, tidak ada satupun informasi memadai atau catatan mengenai pria ini muncul ke permukaan.

Lalu polisi mengawetkan mayat ini pada tanggal 10 Desember 1948 karena tidak biasanya kasus ini.

Sebuah koper misterius di dalam loker
Pada Januari 1949, penyelidikan polisi mulai mendapat titik terang. Petunjuk yang diolah menuntun mereka menemukan adanya sebuah koper yang tersimpan di stasiun kereta Adelaide. Dari identifikasinya, diketahui bahwa koper itu masuk ke loker pada tanggal 30 November. Di dalam koper tersebut ditemukan sepatu, pakaian, piyama, dasi, alat cukur, obeng, sebuah pisau dengan sepasang gunting.

Kondisi koper itu masih baru dan semua merk koper dan tanda-tanda lainnya juga telah dibuang, persis seperti kondisi pakaian mayat. Namun polisi menemukan nama "T Keane" pada sebuah dasi di dalamnya. Lalu nama ini juga ditemukan tertera di kantong laundry yang juga ada di dalam koper tersebut. Polisi percaya bahwa siapapun yang membuang semua merk baju itu telah membiarkan nama itu disitu karena mengetahui bahwa Keane bukan nama pria yang telah menjadi mayat itu.

Kasus ini menjadi semakin misterius karena bahkan media juga tidak bisa menemukan petunjuk yang bisa mengarah ke identitas pria ini.

Siapa dia ? dan apa yang menyebabkan kematiannya ?

Taman Shud yang misterius
Pada bulan April, lima bulan sejak penemuan mayat, sebuah petunjuk lain muncul ke permukaan. Namun petunjuk kecil ini malah membuat kasus ini menjadi semakin misterius. Prof John Burton Cleland yang meneliti pakaian pria tersebut menemukan sebuah potongan kertas dalam kantung kecil yang tersembunyi di celananya.

Kertas itu bertuliskan dua kata, "Taman Shud".

Selasa, 09 April 2013

Konsfirasi AS, Alien & Militer AS Sudah Lama Berinteraksi

Keberadaan mahluk asing atau sering disebut alien selalu menyimpan misteri. Namun, baru-baru ini, seorang fisikawan nuklir Amerika Serikat, Charles Hall membeberkan sosok alien yang terlibat kerja sama dengan militer Amerika Serikat selama bertahun-tahun.

Dalam turnya ke Australia, Hall mengungkapkan detail pengalaman yang dialaminya beberapa dekade lalu.
 educatinghumanity.com
Pada tahun 1964, Hall bercerita, saat ia masih sebagai pengamat cuaca di Pangkalan Angkatan Udara Nellis di Nevada, Amerika Serikat, Hall menyaksikan interaksi misterius tersebut.

"Saya menyaksikan interaksi antara militer dan kelompok misterius tinggi, putih, seperti manusia luar Bumi," kata Hall yang mantan veteran perang Vietnam di rumahnya, Albuquerque, seperti dilansir The Age, Senin 18 Maret 2013.

Hall melanjutkan, pesawat yang ditumpangi alien tersebut mampu melesat dengan cepat, lebih cepat dari kecepatan cahaya.

Sejak kejadian tersebut, penggunaan kamera tidak diizinkan di lokasi tersebut, lokasi di mana terjadinya interaksi alien dan militer AS. Bahkan, situs misterius ini telah dihapus dari peta.

Saat Hall tiba di situs ini, seorang kolega ingin mengunci alien tersebut pada stasiun cuaca agar mereka tidak pergi ke bangunan lain.

Hall juga menyebutkan, saat itu ada lima alien, dua di antaranya pria dan tiga sisanya wanita. Anehnya, mahluk asing ini pergi ke kamar mandi.

"Ketika Anda menghadapi sosok 'putih tinggi', seperti syok, Anda tidak percaya dengan apa yang Anda lihat. Hantu atau malaikat, atau sedang bermimpi,'' kata Hall.

Sebelumnya, Hall mengaku telah bertemu dengan tiga jenis alien. Yaitu alien dengan wujud 'putih tinggi' sekitar 2,5 meter, alien abu-abu dengan warna kulit kuning atau jingga, dan alien dengan gigi berjumlah 24 seperti orang Norwegia. Mereka pun disebutkan bisa berbahasa Inggris.

Keberadaan alien tersebut dikaitkan dengan transfer teknologi dengan militer AS.

Awalnya, Hall menuliskan pengalaman tersebut dalam sebuah buku fiksi untuk menyamarkan identitas alien tersebut. Namun, apa yang ditulisnya tersebut merupakan kebenaran.

Hall mengaku tidak sedang mengada-ada. Dia mengatakan, para pejabat AS telah membuat semuanya bungkam mengingat informasi ini akan menimbulkan heboh, orang-orang belum siap secara emosional menerima bentuk kehidupan mahluk asing.

Sementara itu, Mariana Flynn, presiden UFO Research Centre NSW meyakini Hall telah bertemu dengan alien. "Tapi, topik ini bisa memprovokasi sekelompok orang, terutama mereka yang berwenang dalam alien," katanya.





Sumber:
viva

Entri Populer