Kamis, 25 Oktober 2012

Benarkah Atlantis yang Hilang itu Adalah Indonesia?

Benarkah Atlantis yang Hilang itu Adalah Indonesia?
Oppenheimer adalah salah satu tokoh utama bidang ini, yang produktif menuliskan hasil-hasil risetnya. Saat ini, Oppenheimer yang semula seorang dokter anak dan pernah bertugas di Afrika, Malaysia, dan Papua New Guinea; adalah research associate di Institute of Human Sciences, Oxford University. Salah satu bukunya yang terkenal “Out of Eden : the Peopling of the World” (2004). Ini adalah sebuah buku yang komprehensif tentang sejarah penghunian semua daratan di Bumi oleh manusia modern berdasarkan analisis DNA pada semua bangsa.
Oppenheimer memang pernah terlibat dalam suatu proyek raksasa untuk pemetaan genome manusia seluruh dunia. Dari situ ia mendapatkan data untuk menyusun bukunya. Melalui buku ini, kita bisa menebak dengan mudah bahwa Oppenheimer adalah seorang pembela pemikiran migrasi manusia : Out of Africa, dan menyerang Multiregional. Namun kita tidak akan membahas buku tersebut, kita akan membahas tentang bukunya yang lain, yang menyulut perdebatan.
Tahun 1998, Oppenheimer menerbitkan buku yang menggoncang kalangan ilmuwan arkeologi dan paleoantropologi,”Eden in the East : The Drowned Continent of Southeast Asia”.
”Eden in the East : The Drowned Continent of Southeast Asia”.
Buku ini penting bagi kita sebab Oppenheimer mendasarkan tesisnya yang kontroversial itu atas geologi Sundaland. Secara singkat, buku ini mengajukan tesis bahwa Sundaland adalah Taman Firdaus (Taman Eden), suatu kawasan berbudaya tinggi, tetapi kemudian tenggelam, lalu para penghuninya mengungsi ke mana-mana : Eurasia, Madagaskar, dan Oseania dan menurunkan ras-ras yang baru. Dari buku Oppenheimer inilah pernah muncul sinyalemen bahwa Sundaland adalah the Lost Atlantis – benua berkebudayaan maju yang tenggelam.
Tesis Oppenheimer (1998) jelas menjungkirbalikkan konsep selama ini bahwa orang-orang Indonesia penghuni Sundaland berasal dari daratan utama Asia, bukan sebaliknya. Apakah Oppenheimer benar? Penelitian dan perdebatan atas tesis Oppenheimer telah berjalan 10 tahun. Disini kita akan membahas beberapa perdebatan terbaru. Sebelumnya, sedikit tentang ringkasan tesis Oppenheimer (1998) itu.
Dalam “Eden in the East: the Drowned Continent of Southeast Asia”, Oppenheimer berhipotesis bahwa bangsa-bangsa Eurasia punya nenek moyang dari Sundaland. Hipotesis ini ia bangun berdasarkan penelitian atas geologi, arkeologi, genetika, linguistk, dan folklore atau mitologi. Berdasarkan geologi, Oppenheimer mencatat bahwa telah terjadi kenaikan muka laut dengan menyurutnya Zaman Es terakhir. Laut naik setinggi 500 kaki pada periode 14.000-7.000 tahun yang lalu dan telah menenggelamkan Sundaland.
Arkeologi membuktikan bahwa Sundaland mempunyai kebudayaan yang tinggi sebelum banjir terjadi. Kenaikan muka laut ini telah menyebabkan manusia penghuni Sundaland menyebar ke mana-mana mencari daerah yang tinggi. Terjadilah gelombang besar migrasi ke arah Eurasia. Oppenheimer melacak jalur migrasi ini berdasarkan genetika, linguistik, dan folklore. Sampai sekarang orang-orang Eurasia punya mitos tentang Banjir Besar itu, menurut Oppenheimer itu diturunkan dari nenek moyangnya. Hipotesis Oppenheimer (1998) yang kita sebut ”Out of Sundaland” punya implikasi yang luas.
Bahkan ada yang menyebutkan bahwa Taman Firdaus (Eden) itu bukan di Timur Tengah, tetapi justru di Sundaland. Adam dan Hawa bukanlah ras Mesopotamia, tetapi ras Sunda!. Nah…implikasinya luas bukan? Hipotesis Oppenheimer (1998) segera menyulut perdebatan baik di kalangan ahli genetika, linguistik, maupun mitologi. Kita akan meringkas beberapa perdebatan pro dan kontra yang terbaru (2007-2008). Di buku-bukunyanya yang terbaru (Out of Eden, 2004; dan Origins of the British, 2007), Oppenheimer tak menyebut sekali pun tesis Sundaland-nya itu.
Sanggahan terbaru datang dari bidang mitologi dalam sebuah Konferensi Internasional Association for Comparative Mythology yang berlangsung di Edinburgh 28-30 Agustus 2007.
Dalam pertemuan itu, Wim van Binsbergen, seorang ahli mitologi dari Belanda, mengajukan sebuah makalah berjudul :
”A new Paradise myth? An Assessment of Stephen Oppenheimer’s Thesis of the South East Asian Origin of West Asian Core Myths, Including Most of the Mythological Contents of Genesis 1-11”.
 Including Most of the Mythological Contents of Genesis 1-11”.
Makalah ini mengajukan keberatan-keberatan atas tesis Oppenheimer bahwa orang-orang Sundaland sebagai nenek moyang orang-orang Asia Barat. Binsbergen (2007) menganalisis argumennya berdasarkan complementary archaeological, linguistic, genetic, ethnographic, dan comparative mythological perspectives. Menurut Binsbergen (2007), Oppenheimer terutama mendasarkan skenario Sundaland-nya berdasarkan mitologi. Pusat mitologi Asia Barat (Taman Firdaus, Adam dan Hawa, kejatuhan manusia dalam dosa, Kain dan Habil, Banjir Besar, Menara Babel) dihipotesiskan Oppenheimer sebagai prototip mitologi Asia Tenggara/Oseania, khususnya Sundaland.
Meskipun Oppenheimer telah menerima tanggapan positif dari para ahli arkeologi yang punya spesialisasi Asia Tenggara, Oppenheimer tak punya bukti kuat atau penelitian detail untuk arkeologi trans-kontinental dari Sundaland ke Eurasia. Binsbergen (2007) menantang hipotesis Oppenheimer atas argument detailnya menggunakan comparative mythology. Berikut adalah beberapa keberatan atas hipotesis tersebut :
(1) Keberatan metodologi (bagaimana mitos di Sundaland/Oseania yang umurnya hanya abad ke-19 AD dapat menjadi nenek moyang mitos di Asia Barat yang umurnya 3000 tahun BC?)
(2) Kesulitan teoretis akan terjadi membandingkan dengan yakin mitos yang umurnya terpisah ribuan tahun dan jaraknya lintas-benua, juga yang sebenarnya isi detailnya berbeda
(3) Pandangan monosentrik (misal dari Sundaland) saja sudah tak sesuai dengan sejarah kebudayaan manusia yang secara anatomi modern (lebih muda daripada Paleolitikum bagian atas)
(4) Oppenheimer tak memasukkan unsur katastrofi alam yang bisa mengubah jalur migrasi manusia
(5) Mitos bahwa Banjir Besar menutupi seluruh dunia harus ditafsirkan atas pandangan dunia saat itu, bukan pandangan dunia seperti sekarang.
Dalam pertemuan comparative mythology sebelumnya (Kyoto, 2005, Beijing 2006), Binsbergen mengajukan pandangan yang lebih luas dan koheren tentang sejarah panjang Old World mythology yang mengalami transmisi yang komplek dan multisentrik, tak rigid monosentrik seperti hipotesis Oppenheimer (1998). Winsbergen juga mendukung tesisnya itu berdasarkan genetika molekuler menggunakan mitochondrial DNA type B.
Itulah sanggahan terbaru atas tesis Oppenheimer (1998). Dukungan terbaru untuk hipotesis Oppenheimer (1998), baru-baru ini datang dari sekelompok peneliti arkeogenetika yang sebagian merupakan rekan sejawat Oppenheimer. Kelompok peneliti dari University of Oxford dan University of Leeds ini mengumumkan hasil peneltiannya dalam jurnal “Molecular Biology and Evolution” edisi Maret dan Mei 2008 dalam makalah berjudul:
Climate Change and Postglacial Human Dispersals in Southeast Asia” (Soares et al., 2008) dan “New DNA Evidence Overturns Population Migration Theory in Island Southeast Asia” (Richards et al., 2008).
penduduk Taiwan berasal dari penduduk Sundaland yang bermigrasi akibat Banjir Besar di Sundaland.
Richards et al. (2008) berdasarkan penelitian DNA menantang teori konvensional saat ini bahwa penduduk Asia Tenggara saat ini (Filipina, Indonesia, dan Malaysia) datang dari Taiwan 4000 (Neolithikum) tahun yang lalu. Tim peneliti menunjukkan justru yang terjadi adalah sebaliknya dan lebih awal, bahwa penduduk Taiwan berasal dari penduduk Sundaland yang bermigrasi akibat Banjir Besar di Sundaland.
Pemecahan garis-garis mitochondrial DNA (yang diwarisi para perempuan) telah berevolusi cukup lama di Asia Tenggara sejak manusia modern pertama kali datang ke wilayah ini sekitar 50.000 tahun yang lalu. Ciri garis-garis DNA menunjukkan penyebaran populasi pada saat yang bersamaan dengan naiknya muka laut di wilayah ini dan juga menunjukkan migrasi ke Taiwan, ke timur ke New Guinea dan Pasifik, dan ke barat ke daratan utama Asia Tenggara – dalam 10.000 tahun.
Sementara itu Soares et al. (2008) menunjukkan bahwa haplogroup E, suatu komponen penting dalam keanekaragaman mtDNA (DNA mitokondria), berevolusi selama 35.000 tahun terakhir, dan secara dramatik tiba-tiba menyebar ke seluruh pulau-pulau Asia Tenggara pada periode sekitar awal Holosen, pada saat yang bersamaan dengan tenggelamnya Sundaland menjadi laut-laut Jawa, Malaka, dan sekitarnya.
Lalu komponen ini mencapai Taiwan dan Oseania lebih baru, sekitar 8000 tahun yang lalu. Ini membuktikan bahwa global warming dan sea-level rises pada ujung Zaman Es 15.000–7.000 tahun yang lalu, sebagai penggerak utama human diversity di wilayah ini. Oppenheimer dalam bukunya “Eden in the East” (1998) itu berhipotesis bahwa ada tiga periode banjir besar setelah Zaman Es yang memaksa para penghuni Sundaland mengungsi menggunakan kapal atau berjalan ke wilayah-wilayah yang tidak banjir.
Dengan menguji mitochondrial DNA dari orang-orang Asia Tenggara dan Pasifik, kita sekarang punya bukti kuat yang mendukung Teori Banjir. Itu juga mungkin sebabnya mengapa Asia Tenggara punya mitos yang paling kaya tentang Banjir Besar dibandingkan bangsa-bangsa lain. Nah, begitulah, cukup seru mengikuti perdebatan yang meramu geologi, genetika, biologi molekuler, linguistik, dan mitologi ini. Pihak mana yang mau didukung atau disanggah ? Sebaiknya, masuklah lebih detail ke masalahnya agar argument kita kuat, begitulah menilai perdebatan.

Selasa, 23 Oktober 2012

Benarkah Tanah yang Dijanjikan Bukanlah Palestina?

Benarkah Tanah yang Dijanjikan Bukanlah Palestina?
Tentang Peradaban Jawa (Peradaban Atlantis) dikaitkan dengan kiprah Bani Israel, ada fakta yang menarik apabila anda berkunjung ke situs resmi Israel misalnya di Kantor Perdana Menteri Israel dan Kantor Kedubes Israel di seluruh dunia terpampang nama Ibukota Israel : JAVA TEL AVIV / JAWA TEL AVIV, dan MAHKOTA RABBI YAHUDI yang menjadi imam Sinagog pake gambar RUMAH JOGLO JAWA. Dengan demikian apakah Bani Israel merasa menjadi keturunan Jawa ? Yang disebut Jawa adalah seluruh Etnik Nusantara yang dulunya penghuni Benua Atlantis sebelum dikirim banjir besar oleh Allah SWT, setelah banjir besar benua ini pecah menjadi 17.000 pulau yang sekarang disebut Indonesia, hanya beberapa etnik yang masih tersisa, selebihnya menjadi cikal bakal bangsa2 dunia antara lain bangsa India, Cina ( termasuk Jepang ), Eropa, Israel, Arab, dan Indian ( silahkan baca hasil penelitian Prof. Santos selama 30 tahun tentang Benua Atlantis terbitan Gramedia ).
Dalam bahasa Jawi Kuno, arti jawa adalah moral atau akhlaq, maka dalam percakapan sehari-hari apabila dikatakan seseorang dikatakan : “ora jowo” berarti “tidak punya akhlaq atau tidak punya sopan santun”, sebutan jawa ini sejak dulunya dipakai untuk menyebut keseluruhan wilayah nusantara, penyebutan etnik2 sebagaimana berlaku saat ini adalah hasil taktik politik de vide et impera para penjajah. Sejak zaman Benua Atlantis, Jawa memang menjadi pusat peradaban karena dari bukti2 fosil manusia purba di seluruh dunia sebanyak 6 jenis fosil, 4 diantaranya ditemukan di Jawa.
Menurut “mitologi jawa” yang telah menjadi cerita turun temurun, bahwa asal usul bangsa Jawa adalah keturunan BRAHMA DAN DEWI SARASWATI dimana salah satu keturunannya yang sangat terkenal dikalangan Guru Hindustan (India) dan Guru Budha (Cina) adalah Bethara Guru Janabadra yang mengajarkan “ILMU KEJAWEN”. Sejatinya “Ilmu Kejawen” adalah “Ilmu Akhlaq” yang diajarkan Nabi Ibrahim AS yang disebut dalam Alqur’an “Millatu Ibrahim” dan disempurnakan oleh Nabi Muhammad SAW dalam wujud Alqur’an dengan “BAHASA ASLI (ARAB)”, dengan pernyataannya “tidaklah aku diutus, kecuali menyempurnakan akhlaq”.
Dalam buku kisah perjalanan Guru Hindustan di India maupun Guru Budha di Cina, mereka menyatakan sama2 belajar “Ilmu Kejawen” kepada Guru Janabadra dan mengembangkan “Ilmu Kejawen” ini dengan nama sesuai dengan asal mereka masing2, di India mereka namakan “Ajaran Hindu”, di Cina mereka namakan “Ajaran Budha”. Dalam sebuah riset terhadap kitab suci Hindu, Budha dan Alqur’an, ternyata tokoh BRAHMA sebenarnya adalah NABI IBRAHIM, sedang DEWI SARASWATI adalah DEWI SARAH yang menurunkan bangsa2 selain ARAB. Bukti lain bahwa Ajaran Budha berasal dari Jawa adalah adanya prasasti yang ditemukan di Candi2 Budha di Thailand maupun Kamboja yang menyatakan bahwa candi2 tsb dibangun dengan mendatangkan arsitek dan tukang2 dari Jawa, karena memang waktu itu orang Jawa dikenal sebagai bangsa tukang yang telah berhasil membangun “CANDI BOROBUDUR” sebagai salah satu keajaiban dunia.
Ternyata berdasarkan hasil riset Lembaga Studi Islam dan Kepurbakalaan yang dipimpin oleh KH. Fahmi Basya, dosen Matematika Islam UIN Syarif Hidayatullah, bahwa sebenarnya “CANDI BOROBUDUR” adalah bangunan yang dibangun oleh “TENTARA NABI SULAIMAN” termasuk didalamnya dari kalangan bangsa Jin dan Setan yang disebut dalam Alqur’an sebagai “ARSY RATU SABA”, sejatinya PRINCE OF SABA atau “RATU BALQIS” adalah “RATU BOKO” yang sangat terkenal dikalangan masyarakat Jawa, sementara patung2 di Candi Borobudur yang selama ini dikenal sebagai patung Budha, sejatinya adalah patung model bidadara dalam sorga yang menjadikan Nabi Sulaiman sebagai model dan berambut keriting. Dalam literatur Bani Israel dan Barat, bangsa Yahudi dikenal sebagai bangsa tukang dan berambut keriting, tetapi faktanya justru Suku Jawa yang menjadi bangsa tukang dan berambut keriting ( perhatikan patung Nabi Sulaiman di Candi Borobudur ).
Hasil riset tsb juga menyimpulkan bahwa “SUKU JAWA” disebut juga sebagai “BANI LUKMAN” karena menurut karakternya suku tsb sesuai dengan ajaran2 LUKMANUL HAKIM sebagaimana tertera dalam Alqur’an. Perlu diketahui bahwa satu2nya nabi yang termaktub dalam Alqur’an, yang menggunakan nama depan SU hanya Nabi Sulaiman dan negeri yang beliau wariskan ternyata diperintah oleh keturunannya yang juga bernama depan SU yaitu Sukarno, Suharto, dan Susilo serta meninggalkan negeri bernama SLEMAN di Jawa Tengah. Nabi Sulaiman mewarisi kerajaan dari Nabi Daud yang dikatakan didalam Alqur’an dijadikan Khalifah di Bumi ( menjadi Penguasa Dunia dengan Benua Atlantis sebagai Pusat Peradabannya), Nabi Daud juga dikatakan raja yang mampu menaklukkan besi (membuat senjata dan gamelan dengan tangan, beliau juga bersuara merdu) dan juga menaklukkan gunung hingga dikenal sebagai Raja Gunung. Di Nusantara ini yang dikenal sebagai Raja Gunung adalah “SYAILENDRA” , menurut Dr. Daoed Yoesoef nama Syailendra berasal dari kata saila dan indra, saila = gunung dan indra = raja.
Jadi sebenarnya Bani Israel yang sekarang menjajah Palestina bukan keturunan Israel asli yang hanya terdiri 12 suku, tapi mereka menamakan diri suku ke 13 yaitu Suku Khazar (yg asalnya dari Asia Tengah) hasil perkawinan campur Bani Israel yang mengalami diaspora dengan penduduk lokal, posisi suku Khazar ini mayoritas di seluruh dunia. Sedang Yahudi asli Telah menghilang yg dikenal sebagai suku-suku yg hilang “The Lost Tribes” yang mana mereka pergi ke timur dan banyak yg menuju ke “THE PROMISED LAND” yaitu Indonesia

Benarkah Sebelum Adam, Ada Makhluk yang Menghuni Bumi?

Benarkah Sebelum Adam, Ada Makhluk yang Menghuni Bumi?
BAGI UMAT ISLAM KITA HARUS PUNYA KEYAKINAN INI HANYA PENDAPAT YG DI AMBIL DARI AHLI TAFSIR: BAHWA BANGSA ATLANTIS ATAU PUN DINASTI RAMA BUKANLAH DARI RAS MANUSIA KETURUNAN ADAM. DIALAH YG DI NAMAKAN 3 UMAT TERDAHULU SEBELUM NABI ADAM YAITU:
  • BANUL JAN
  • BANUL BAN
  • DAN IJAJIL
DARI GOLONGAN JIN YG TERAKHIR MALAH BERBADAN DAN BERDARAH
DARI GOLONGAN 3 UMAT TERDAHULU ITULAH BUMI INI PERNAH MENGALAMI 3X KIAMAT
PERLU DICATAT : BAHWA MAKHLUK PRA-SEJARAH ATAU YANG SERING DISEBUT MANUSIA PURBA BUKANLAH NENEK MOYANG MANUSIA ZAMAN SEKARANG! NENEK MOYANG KITA ADALAH NABI ADAM. MANUSIA PURBA ADALAH MAKHLUK SEBELUM NABI ADAM NAMUN BUKANLAH MANUSIA SEPERTI KITA, LEBIH DEKAT KITA SEBUT SEBAGAI PRIMATA, MEREKA MEMPUNYA OTAK TAPI TIDAK BERFIKIR, MELAINKAN BERFUNGSI SEPERTI INSTING SEPERTI PADA HEWAN.
Mungkin dalam hati Kalian pernah terbesit pertanyaan Siapakah Makhluk Sebelum Adam?
“Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu berfirman kepada Malaikat; “Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di bumi”. Mereka bertanya (tentang hikmat ketetapan Tuhan itu dengan berkata): “Adakah Engkau (Ya Tuhan kami) hendak menjadikan di bumi itu orang yang akan membuat bencana dan menumpahkan darah (berbunuh-bunuhan), padahal Kami senantiasa bertasbih dengan memujiMu dan mensucikanMu?”. Tuhan berfirman: “Sesungguhnya Aku mengetahui akan apa yang kamu tidak mengetahuinya”
Sebelum nabi Adam turun ke bumi diceritakan bahwa yang menempati bumi ini adalah bangsa jin yang dikelompokan menjadi Abal Jan dan Banul Jan dan dari 2 kelompok tersebut bertempur terus tidak pernah bersahabat, kemudian malaikat menanyakan kepada Allah apa akan membuat orang untuk menjadikan kholifah dibumi yang selalu yasfiquddima (pertumpahan darah), akhirnya Allah memerintah yang bernama ‘azajil yang memimpin para malaikat Jibril Mikail Izroil dan malaikat yang lainnya, untuk menaklukan Abal Jan dan janul jan dibumi ini, kemudian setelah ditaklukan akhirnya Allah menciptakan nabi Adam, diantara ‘azajil, malaikat dan adam diberikan ilmu oleh Allah karena tujuannya untuk menjadikan kholifah dibumi, setelah diuji ternyata yang lulus dari ujian tersebut adalah nabi Adam akhirnya semuanya diperintah Allah untuk sujud penghormatan kepada Adam “fasajaduu illa Iblis”,akhirnya semuanya sujud kecuali ‘azajil (bangsa Iblis) mereka sombong dan membangkang “aba wastakbaro”.
Manusia tidak diciptakan dibumi, tapi manusia dijadikan khalifah di bumi, sebagai pengganti tentunya ada yang di ganti, alias Adam bukan makhluk pertama dibumi, dan Allah tidak mengatakan untuk mengganti manusia sebelumnya, tapi pengganti makhluk di bumi, yaitu Abal Jan dan Banul Jan, mereka itu adalah penghuni bumi sebelum manusia.
Bentuk basyariahnya tak jauh berbeda dengan manusia, maka anda bisa buktikan bahwa makhluk selain manusia, punya badan yang sama seperti manusia, yaitu Banul Jan, anak turun Jin, juga Banul Ban anak turun Dedemit, maka ketika bumi rusak oleh mereka, mereka diusir bahkan dibasmi oleh malaikat, hingga mereka berlari terbirit-birit dan mencari tempat yang jauh dari anak Adam.
Ditinjau dari segi Archeology :
Berdasarkan fosil-fosil yang ditemukan, memang ada makhluk lain sebelum manusia. Mereka seperti manusia, tetapi mempunyai karakteristik yang lebih primitif. Otak mereka lebih kecil. Oleh karena itu, kemampuan mereka berbicara sangat terbatas karena tidak banyak suara vowel yang mampu mereka bunyikan. Kelompok ini dinamakan Neanderthal.
Kemudian datanglah manusia Adam yang diklasifikasikan sebagai Homo Sapiens. Menurut Wikipedia, Homosapiens mulai ada sekitar 200 ribu tahun lalu. Sedangkan Neonderthal ada sehingga 130 ribu tahun dulu, kemudian ia lenyap. Ada juga teori yang mengatakan Neonderthal lenyap sebelum Homosapiens muncul. Tapi yang pasti, Homosapiens bukanlah evolusi dari Neanderthal. Neanderthal hanyalah makhluk seakan manusia yang telah ada sebelum kita (manusia Homo sapiens) ada.
Mungkin tidak ada fakta konkrit dalam membicarakan isu ini. Kebanyakan teori berdasarkan sumber fosil. Namun yang paling penting mungkin sebagai bagi yang Muslim kita percaya ada makhluk sebelum Adam yang saling membunuh. Ada yang mengatakan mereka adalah dari kaum jin. Ada juga yang mengatakan bahwa ada 3 umat yang utama sebelum Adam. Dua diantaranya dari kaum jin. Sedangkan kaum yang ketiga adalah dari golongan yang berbeda dari Jin, karena mereka ini berdarah dan berdaging. Golongan ketiga ini adalah mereka yang dimaksudkan sebagai “man yufsidu feehaa wa yasfiku al-dimaa’: golongan yang membuat kerusakan dan menumpahkan darah” seperti yang diulas oleh Malaikat di dalam ayat al-Quran 2: 30. Ini pendapat yang dilontarkan oleh Al-Maqdisi.
MASA LAMPAU SEBELUM PERADABAN MANUSIA…DAHULU kala, ketika jaman Bani Adam belum ada, sedangkan bumi yang baru di huni oleh Penghuni Pertama yang di ciptakan dari cahayaNya. Tuhan telah membuat makhluk baru yang berada di sisiNya, yang bernama Abu Jaan atau bapak seluruh jin. Abu Jaan adalah awal mula dari Banul Jaan atau anak jin baik yang lalu sampai akhir zaman. Banul Jaan adalah Penghuni Kedua sebelum Bangsa Manusia lahir ke bumi. Iblis ketika itu belum lahir ke bumi, kelahiran Iblis generasi ke empat kenabian dari bangsa jin.

Kajian Menurut Al – Qur’an Tentang Zulkarnaen dan Atlantis

Kajian Menurut Al - Qur'an Tentang Zulkarnaen dan Atlantis
Di dalam artikel ini akan dibahas mengenai hubungan antara Dzulkarnaen dengan Peradaban tinggi jaman dulu (Atlantis). Ini hanya kajianku pribadi, jadi jika salah yang salah adalah penulis bukan Al-Quran nya. Aku hanya mencoba mentafsirkan.
[QS 18:83] Mereka akan bertanya kepadamu (Muhammad) tentang Dzulkarnain. Katakanlah: “Aku akan bacakan kepadamu cerita tantangnya”.
Berdasarkan ayat ini maka Dzulkarnaen adalah manusia yang hidup sebelum nabi Muhammad.
[QS 18:90] Hingga apabila dia telah sampai ke tempat terbit matahari  dia mendapati matahari itu menyinari segolongan umat yang Kami tidak menjadikan bagi mereka sesuatu yang melindunginya dari (cahaya) matahari itu,
Dalam tafsir Harun Yahya, disebutkan bahwa kalimat dari “Kami tidak menjadikan bagi mereka sesuatu yang melindunginya dari (cahaya) matahari itu”, adalah daerah Kutub. Dimana di daerah ini lapisan ozon lebih tipis sehingga radiasi matahari lebih berbahaya.
Tahun 1991 Arkeologis Amerika dan Mesir menemukan sekitar 12 perahu besar 13 km dari sungai Nil yang merupakan kepunyaan Fir’aun pertama. Berusia sekitar 5000 tahun yang kemungkinan merupakan kapal untuk tujuan keagamaan. Menurut Herodotus orang Mesir mengenal perbintangan lebih dari 10.000 tahun yang lalu. Pengetahuan ini didapatkan (diwarisi)  dari peradaban asing yang belum  diketahui. Kemungkinan berasal dari Antartika. Antartika dipercaya dulunya tidak tertutup Es 100%. Dan bahwa gletser lah yang menghancurkan peradaban Antartika mulai sejak 10.000 SM .
Gambar Benua Antartika
Jadi siapakah orang yang pada masa lalu yang pernah sampai ke kutub?. Jika orang itu adalah Alexander Agung, sepertinya bukan. Karena berdasarkan sejarah dia belum pernah sampai ke Kutub. cuma sampai sekitar Asia tengah.
Bisa disimpulkan bahwa Dzulkarnaen merupakan penjelajah pada masa lalu yang kemungkinan secara peradaban sudah maju.  Selain daerah kutub, penjelajahan juga pernah sampai di sekitar laut hitam (QS 18:86)
[QS 57:25]…… Dan Kami ciptakan besi yang padanya terdapat kekuatan yang hebat dan berbagai manfaat bagi manusia, (supaya mereka mempergunakan besi itu) dan supaya Allah mengetahui siapa yang menolong (agama)Nya dan rasul-rasul-Nya padahal Allah tidak dilihatnya. Sesungguhnya Allah Maha Kuat lagi Maha Perkasa.
[QS 18:96] berilah aku potongan-potongan besi”. Hingga apabila besi itu telah sama rata dengan kedua (puncak) gunung itu, berkatalah Dzulkarnain: “Tiuplah (api itu)”. Hingga apabila besi itu sudah menjadi (merah seperti) api, diapun berkata: “Berilah aku tembaga (yang mendidih) agar aku kutuangkan ke atas besi panas itu”.
[QS 18:98] Dzulkarnain berkata: “Ini (dinding) adalah rahmat dari Tuhanku, maka apabila sudah datang janji Tuhanku, Dia akan menjadikannya hancur luluh; dan janji Tuhanku itu adalah benar”.
Dimanakah tempat yang dimaksud di ayat tersebut diatas?. Dr Kuehne mencermati Atlantis sebagai daratan yang memanjang dari  pantai selatan spanyol sampai kota Sevila.  Gunung yang tinggi oleh para ahli digambarkan sebagai Sierra Novena dan Sierra Nevada. “Plato juga menulis bahwa Atlantis kaya akan tembaga dan logam lainnya. Tembaga ditemukan melimpah di tambang dari Sierra Morena,” jelas Dr Kuehne.
Dr Kuehne melihat bahwa perang antara Atlantis dan Mediterania timur yang dijelaskan dalam tulisan-tulisan Plato mirip serangan terhadap Mesir, Siprus dan Levant selama abad 12 SM oleh perampok misterius yang dikenal sebagai Orang Laut.  Akibatnya, ia mengusulkan bahwa Atlantis dan Orang Laut berada dalam satu fakta dan sama. Pertemuan ini akan menyamakan baik kota dan masyarakat Atlantis dengan  budaya Zaman Besi Tartessos dari Spanyol selatan atau lainnya, zaman perunggu yang tak diketahui. Sebuah hubungan antara Atlantis dan Tartessos pertama kali diusulkan pada awal abad ke 20.
hubungan antara Atlantis dan Tartessos pertama kali diusulkan pada awal abad ke 20.
Bayangkan, bahwa Dzulkarnaen bisa membuat benteng dari besi  setinggi gunung. Tentu Dzulkarnaen manusia yang sangat hebat. Tetapi siapakah manusia masa lalu yang sehebat dia. Anda mungkin pernah membaca bahwa di dunia ini ada sisa-sisa teknologi masa lalu, semisal radiator nuklir kuno di Oklo Gabon Afrika, juga bangunan kuno yang secara teknologi atau arsiteknya melebihi bangunan sekarang. Juga tentang teroti Lemuria atau Atlantis, yang merupakan peradaban canggih masa lalu yang hilang.
[QS 50:36] Dan berapa banyaknya umat-umat yang telah Kami binasakan sebelum mereka yang mereka itu lebih besar kekuatannya daripada mereka ini, maka mereka (yang telah dibinasakan itu) telah pernah menjelajah di beberapa negeri. Adakah (mereka) mendapat tempat lari (dari kebinasaan)?
[QS 35:44] Dan apakah mereka tidak berjalan di muka bumi, lalu melihat bagaimana kesudahan orang-orang yang sebelum mereka, sedangkan orang-orang itu adalah lebih besar kekuatannya dari mereka? Dan tiada sesuatupun yang dapat melemahkan Allah baik di langit maupun di bumi. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Kuasa.
[QS 40:82] Maka apakah mereka tiada mengadakan perjalanan di muka bumi lalu memperhatikan betapa kesudahan orang-orang yang sebelum mereka. Adalah orang-orang yang sebelum mereka itu lebih hebat kekuatannya dan (lebih banyak) bekas-bekas mereka di muka bumi , maka apa yang mereka usahakan itu tidak dapat menolong mereka.
Reaktor Nuklir Prasejarah di Gabon
Bangunan bawah laut di Cuba (3D scan bawah laut)
Kuil kuno bawah laut di Jepang
Sisa peradaban kerajaan Harapa India, di pantai Mahabalipuram
[QS 20:99] Demikianlah kami kisahkan kepadamu (Muhammad) sebagian kisah umat yang telah lalu, dan sesungguhnya telah Kami berikan kepadamu dari sisi Kami suatu peringatan (Al Qur’an)
[QS 12:3] Kami menceritakan kepadamu kisah yang paling baik dengan mewahyukan Al Qur’an ini kepadamu, dan sesungguhnya kamu sebelum (Kami mewahyukan) nya adalah termasuk orang-orang yang belum mengetahui

Sisa – Sisa Peradaban yang Pernah Hilang dan yang Belum di Temukan

Banyak sekali kota atau peradaban di Bumi ini yang pernah hilang telan Bumi, namun keberadaan peradaban itu kembali hidup setelah generasi penerus atau seorang penjelajah menemukan sisa-sisa peradaban hilang itu. Kali ini ada 11 kota atau peradaban yang pernah hilang atau hilang sama sekali belum pernah ditemukan.
1. Petra
Peradaban kota Petra pernah hilang selama 500-600 tahun
Peradaban kota Petra pernah hilang selama 500-600 tahun sampai akhirnya di temukan. Petra terletak di Jordania, Kota yang didirikan dengan memahat batu pegunungan, Petra dalam bahasa Yunani berarti batu. Bangunan batu megah petra setinggi 40 meter. Batu-batu yang dipahat pada bangunan Petra beraneka warnanya Pink, Hijau, Ungu, Merah, Biru, Orange, dan Kuning, sehingga saat Matahari menyinari bangunan batu megah itu terlihat sangat indah memantulkan cahaya bebatuan yang beraneka warna. Petra merupakan ibu kota Nabatean, Petra didirikan pada 9SM-40M oleh Raja Aretas IV. Gunung Harun atau Jabal Harun adalah Gunung setinggi 1.350 meter di sekitar Petra., dipercaya pada puncak Jabal Harun, Nabi Harun meninggal dan dimakamkan oleh Nabi Musa. Kabarnya saat usia 10 tahun Nabi Muhammad pernah berkunjung ke Jabal Harun bersama pamannya.
2. Chichen Itza
Chichen Itza merupakan kota pemujaan dan iptek yang dibangun oleh suku Maya
Chichen Itza merupakan kota pemujaan dan iptek yang dibangun oleh suku Maya di Semenanjung Yucatan, Mexico. Masa kejayaan kejayaan kota ini diperkirakan sampai abad ke 13. Setelah 150 tahun berdiri Chichen Itza ditinggalkan penghuninya, alasan perginya suku Maya sampai sekarang masih misteri. Selama 300 tahun lebih kota Chichen Itza hilang ditelan belukar hutan belantara dan hancur. Jumlah anak tangga pada 4 sisi piramida Chichen Itza adalah 365, konon itu adalah menyamakan jumlah hari dalam setahun.
3. Pompeii
Pompeii adalah kota zaman Romawi kuno yang telah menjadi puing
Pompeii adalah kota zaman Romawi kuno yang telah menjadi puing, berada di wilayah Campania, Itali. Pompeii hancur karena letusan Gunung Vesuvius pada tahun 79M. Debu vulkanik yang tebal menutup kota ini selama 1.600 tahun dan akhirnya ditemukan dengan tidak sengaja. Masyarakat Pompei sudah sangat akrab dengan gampa dan letusan gunung, tepatnya pada tanggal 20 Agustus 79 getaran-getran gempa semakin terasa, dan semakin sering dihari berikutnya, namun peringatan gempa itu tidak disadari oleh warga Pompeii pada saat itu, sore hari pada tanggal 24 Agustus 79 sebuah letusan gunung berapi yang maha dasyat terjadi dan mengubur kota itu selamanya,sekarang kota Pompeii tinggal puing-puing saja. Tanggal 24 Agustus menurut kepercayaan masyarakat setempat adalah hari perayaan Vulcanalia, Dewa Api Romawi. Tragedi Pompeii akhirnya dibuat Novel karya modern yang berjudul The Last Day of Pompeii
4.Machu Pichu
Machu Pichu terletak pada pegunungan setinggi 2.350 meter di atas permukaan laut.
Machu Pichu terletak pada pegunungan setinggi 2.350 meter di atas permukaan laut.  Machu Pichu terletak di lembah Urumbaba, Peru. Machu Pichu juga berarti sebagai Kota Inca yang Hilang, masyarakat Inca adalah penyembah Matahari, oleh karena itu kuil atau kota mereka dibangun di atas pengunungan.
Machu Pichu dibangun sekitar tahun 1450 tetapi ditinggalkan penduduknya seratus tahun kemudian, disebabkan oleh invasi tentara Spanyol terhadap kerajaan Inca. Machu Pichu ditemukan kembali oleh seorang arkeolog dari Universitas Yale, Hiram Binghamm III pada tahun 1911.
Kalau diperhatikan kota Machu Pichu seperti bentuk wajah yang menantap langit !
5. Troy
letak kota Troy berada di Turki
Kota Troy pernah dianggap cuma sebagai dongeng belaka atau sekedar mitos, sama halnya dengan Atlantis dan Lemuria yang belum di temukan, bedanya Troy sekarang telah ditemukan puing-puingnya. Pada tahun 1822 peneliti Inggris Charles McLaren menyimpulkan letak kota Troy berada di Turki. McLaren menunjuk pada sebuah tanah yang luas berbukit yang disebut Hisarlik, yaitu sebuah kawasan laut sempit yang menghubungkan antara Laut Hitam dan Aegea. Pada tahun 1871 seorang peneliti Jerman Heinrich Schielemann melakukan penggalian. Baru pada tahun 1873 Heinrich berhasil menemukan puing-puing yang dipercaya sebagai kota Troy. Selain itu Heinrich bersama krunya berhasil menemukan harta karun berupa emas dan perak, yang disebut sebagai harta karun Priam, sesuai dengan legenda Raja Troy, Priam. Namun Heinrich menyelundupkan harta karun itu keluar dari Turki menuju Eropa.
6.The City of Z
The City of Z
The City of Z adalah kota misterius dari pedalaman hutan Amazon, Brazil. Sejumlah peneliti dikabarkan menghilang tanpa jejak dan tidak ditemukan sampai sekarang ini saat melakukan expedisi pencarian kota misterius itu. Pencarian berdasarkan manuskrip atau catatan-catatan pendahulu, akhirnya City of Z hanyalah sebuah misteri. Namun pencitraan dari satelit menunjukan ada peta peradaban yang sangat besar di tengah-tengah rimba Amazon.
Pada tahun 1753 penjelajah Potugis memasuki belantara Amazon dan menemukan jalan bebatuan berlapis kristal. Pada keesokan harinya dengan senjata lenkap ditangan, penjelajah tersebut siap melakukan penjelajahan menyusuri jalan yang dipercaya menuju kota kuno misterius itu. Namun penjelajah tersebut tidak menemukan adanya tanda kehidupan apapun di setiap sudut kota itu, tidak ada jejak apapun, kosong. Menurut catatan kota itu dipenuhi dengan bangunan-bangunan besar nan megah dengan pintu batu berukir di depan rumah kota itu.
Manuskrip atau catatan itu tersimpan di perpustakaan Rio de Janeiro pada tahun 1920, yang diserah kan oleh penjelajah Portugis pada tahun 1743 di belantara Amazon. Peneliti selanjutnya adalah seorang Kolonel pasukan Artileri Inggris pada tahun 1925 yang juga hilang tak kembali saat melakukan expedisi ke kota kuno misterius itu. Pada manuskrip terdahulu termasuk manuskrip milik Kolonel Fawcett mencatat adanya tulisan-tulisan yang terukir pada dinding rumah kota itu. Kolonel menyebutnya tulisan yang misterius.
Tulisan atau abjad ini ditemukan berdasarkan manuskrip penjelajah Portugis, penjelajah Portugis selain menemukan bangunan besar seperti gedung-gedung megah juga menemukan abjad misterius seperti di atas. Tulisan di atas ditemukan di dekat sungai dan penggalian yang di percaya sebagai tambang. Para penjelajah mencoba mengukut kedalaman lubang itu tapi ternyata tetap tidak menemukan dasar dari lubang itu, alias sangat dalam, tapi tidak dijelaskan seberapa panjang talinya itu. Tulisan tersebut ditemukan di sebuah bangunan mirip rumah koboi, yang di dalamnya terdapat semburan air mancur.
Tulisan yang satu ini ditemukan pada sebuah pintu masuk ke komplek kota, oleh Kolonel Fawcett. Sayangnya Kolonel dan timnya tidak berhasil menggeser pintu itu. Yang mengejutkan tulisan serupa ditemukan di hutan belantara Ceylon, atau Sri Lanka. Seorang pemuka Hindu yang ditemui Fawcett mengatakan abjad itu adalah abjad Asoka, dan sayangnya Abjad itu hanya diketahui oleh pemuka Agama Budha masa lalu. Bukti City of The Z adalah peradaban maju adalah ditemukannya koin emas di lokasi reruntuhan, koin itu lebih besar dari koin Brazil pada masa itu. Koin itu bergambar seorang pemuda yang sedang berlutut dan sisi satunya bergambar makhkota dan busur panah. Para peneliti menduga kota kuno misterius itu dibangun pada ribuan tahun yang lalu, tapi mengapa tidak ditemukan fosil ? dan kenapa reruntuhan kota itu tidak bisa di temukan lagi ? Misterius . . .
7. Kerajaan Sriwijaya
Kerajaan Sriwijaya
Prasasti tertua tentang kerajaan Sriwijaya adalah pada abad ke – 7 pada prasasti Kedukan Bukit. Tidak ada catatan lebih lanjut mengenai kerajaan Sriwijaya sampai tahun 1920an. Belum banyak bukti fisik yang ditemukan tentang kerajaan Sriwijaya. Kemaharajaan Sriwijaya sudah ada sejak 671 berdasarkan pada catatan I Tsing dari Prasasti Kedukan Bukit. Pada tahun 718 Masehi Maharaja Sriwijaya bernama Sri Indrawarman mengirim surat kepada khalifah Umar bin Abdul Aziz  untuk mengutus seseorang yang bisa mengajarkan Islam kepadanya. Peristiwa itu menandakan Sriwijaya sudah menjalankan sistem diplomatik dengan dunia Islam atau negara Arab. Namun keberadaan yang pasti tentang pusat kerajaan Sriwijaya masih tanda tanya sampai sekarang.
Prasasti lainnya yang berceritakan tentang Sriwijaya ditemukan di Muangthai, Thailand yaitu bernama prasasti Ligor 774M. Selain Prasasti sumber lainnya adalah sumber tertulis berasal dari Persia dan Arab, menurut Marwati dan Nugroho 1993, berdasarkan sumber tertulis itu diantaranya menyatakan salah satu maharaja Sriwijaya bernama Zabag adalah raja yang kekuasaannya di pulau-pulau di lautan bagian Timur, dikisahkan Raja Zabag adalah raja terkaya dibandingkan dengan raja-raja di India. Muncul pendapat lain tentang Sriwijaya bukan di Palembang seperti selama ini diperkirakan. Seperti berdasarkan pada buku Sejarah Nasional Indonesia II (1993), pendapat ini salah satunya dari F.D.K Bosch pada 1904 yang menyatakan bukti-bukti Sriwijaya berada di Palembang sangatlah sedikit. R.C Majumdar menyatakan letak Sriwijaya harus dicari di wilayah Jawa sedangakan H.G Quatritch Wales menempatkan Sriwijaya di Chaiya, Thailand. Drs. Sukmo serta Prof.Slamet Muljana meyakini Sriwijaya berada di daerah yang sekarang disebut dengan Jambi.
8. Gobekli Tepe
Gobekli Tepe
Gobekli Tepe adalah bangunan misterius di dunia, sampai saat kini belum diketahui siapa yang membangun peradaban kuno tersebut, diperkirakan umurnya sudah ribuan tahun. Gobekli Tepe berada di Turki. Gobekli Tepe menyandang gelar Unexplained Thing in the world, namun sejumlah peneliti dari Jerman menyatakan bahwa Gobekli Tepe adalah bangunan Kuil tertua di dunia, Gobekli Tepe lebih tua dari Stonehenge di Inggris. Bangunan misterius Gobekli diperkirakan sudah berumur 12.000 tahun.
Potongan batu di situs Gobekli Tepe sangatlah misterius, karena sangat presisi untuk pemotongan batu yang sudah berusia 12.000 tahun itu. Ada spekulasi tentang makhluk lain yang membuat peradaban kota kuno itu, Alien. Situs ini telah ada sebelum manusia mengenal bahasa dan penempaan logam, dan berat setiap potongan bantunya seberat kira-kira 15-20 ton.
9. Angkor
Angkor Wat pada jaman dulu dianggap sebuah legenda atau mitos
Terkenal dengan Angkor Wat terletak di kota Angkor, Kamboja. Didirikan pada masa pemerintahan Raja Suryavarman II pada pertengahan abad ke – 12. Angkor ditinggalkan  setelah Raja dan penduduknya mati karena peperangan, setelah itu Angkor yang ditinggalkan hilang ditelan belukar hutan belantara.
Angkor Wat pada jaman dulu dianggap sebuah legenda atau mitos bahwa bangunan tersebut adalah pemberian para Dewa untuk memperindah paras Bumi, akhirnya orang-orang tidak berani untuk mencari dimana sebenarnya kuil tersebut, karena dianggap sebagai dongen belaka, selama ratusan tahun Angkor tertelan belukar hutan belantara, namun pada akhirnya seorang ahli obat-obatan dari luar kamboja menemukan kuil raksasa tersebut.
10. Lemuria
Lemuria adalah peradaban yang mirip dengan kisah mitologi/dongeng seperti Troy dan Atlantis
Lemuria adalah peradaban yang mirip dengan kisah mitologi/dongeng seperti Troy dan Atlantis, namun Troy akhirnya ditemukan. Lemuria dikisahkan sebagai peradaban masa lalu berteknologi canggih dan masyarakatnya mempunya kekuatan spiritual/magic yang mumpuni. Salah satu legenda tentang lemuria adalah cerita tentang kristal lemuria, disinyalir sisa-sisa peradaban Lemuria telah ditemukan di wilayah perairan laut Yonaguni, Jepang yaitu berupa piramida raksasa berumur lebih dari 12.000 tahun.
Sebagian beranggapan Lemuria adalah peradaban tertua di dunia yang sudah mencapai puncak teknologi canggih, bahkan lebih canggih dari zaman sekarang ini. Menurut beberapa cerita Lemuria adalah musuh bebuyutan Atlantis namun keduanya juga mempunyai nasib yang sama yaitu tertelam bumi atau tenggelam di dasar samudera.
Banyak kisah sepekulasi tentang Lemuria dan Atlantis, ada beberapa yang mengatakan kedua peradaban itu hanyalah sebuah dongeng Plato saja. Namun banyak sekalai sisa-sisa peradaban yang ditemukan dan menjadi misteri sampai sekarang, nah peradaban yang ditemukan itu akhirnya dihubungkan dengan kedua benua yang hilang ini, Atlantis dan Lemuria. Salah satunya adalah Piramida Jepang dan Moai di pulau Paskah, Chile.
Dikisahkan penduduk Lemuria yang menolak perang dengan Atlantis akhirnya berpindah tempat ke Planet atau Galaksi lain, mengingat sudah canggihnya teknologi pada saat itu, mitos lain juga mengatakan bahwa Lemuria adalah para leluhur bangsa Jawa atau Indonesia, sesuai dengan ciri-ciri masyarakat Lemuria yang ramah serta penguasaan ilmu spiritual tingkat tinggi. Kalau Atlantis diibaratkan Amerika sekarang, mereka canggih dan suka berperang.
11. Atlantis
 Kisah Atlantis pertama kali dikisahkan berdasarkan catatan Plato pada 360SM
Kisah Atlantis pertama kali dikisahkan berdasarkan catatan Plato pada 360SM. Sesuatu tentang Atlantis yang dituliskan Plato pada saat itu adalah definisi dari Atlantis.
” Ada pulau yang sangat besar dan dari sana kalian bisa pergi ke pulau lainnya, di depan pulau-pulau itu adalah seluruhnya daratan yang dikelilingi laut dan samudera, itu adalah Atlantis. Ketika itu Atlantis sedang akan melancarkan perang besar terhadap Athena,  namun diluar dugaan Atlantis mengalami gempa bumi dan banjir, tidak sampai sehari semalam tenggelam di dasar laut, negara besar yang telah melampaui peradaban tertinggi lenyap dalam semalam “
Itulah tulisan Plato tentang Atlantis berdasarkan catatanya yang diterjemahkan oleh Benjamin Jowett pada abad pertengahan. Banyak juga para peneliti yang menyatakan Indonesia adalah salah satu dari letak Atlantis, salah satunya adalah Profesor Arysio Nunes De Santos asal Brazil dengan bukunya yang berjudul ” Atlantis The Lost Continent Finally Found ” dalam buku tersebut Prof. Arysio menyatakan bahwa Atlantis adalah berada di suatu wilayah Indonesia.
Adapun syarat-syarat menjadi Atlantis berdasarkan konferensi para peneliti Atlantis berasal dari 15 negara yang diadakan pada 11 – 13 Juli 2005 di Pulau Milos, Yunani.
24 Syarat Menjadi Atlantis :
1. Metropolis Atlantis harus terletak di suatu tempat yang tanahnya pernah ada atau sebagian masih ada.
2. Metropolis Atlantis harus mempunyai morfologi yang jelas berupa selang-seling daratan dan perairan yang berbentuk cincin memusat.
3. Atlantis harus berada di luar Pilar-pilar Hercules.
4. Metropolis Atlantis lebih besar dari Libya dan Anatolia, dan Timur Tengah dan Sinai (gabungan).
5. Atlantis harus pernah dihuni oleh masyarakat maju/beradab/cerdas (literate population) dengan ketrampilan dalam bidang metalurgi dan navigasi.
6. Metropolis Atlantis harus secara rutin dapat dicapai melalui laut dari Athena.
7. Pada waktu itu, Atlantis harus berada dalam situasi perang dengan Athena.
8. Metropolis Atlantis harus mengalami penderitaan dan kehancuran fisik parah yang tidak terperikan (unprecedented proportions).
9. Metropolis Atlantis harus tenggelam seluruhnya atau sebagian di bawah air.
10. Waktu kehancuran Metropolis Atlantis adalah 9000 tahun Mesir, sebelum abad ke-6 SM.
11. Bagian dari Atlantis berada sejauh 50 stadia (7,5 km) dari kota.
12. Atlantis padat penduduk yang cukup untuk mendukung suatu pasukan besar (10.000 kereta perang, 1.200 kapal, 1.200.000 pasukan)
13. Ciri agama penduduk Atlantis adalah mengurbankan banteng-banteng.
14. Kehancuran Atlantis dibarengi oleh adanya gempa bumi.
15. Setelah kehancuran Atlantis, jalur pelayaran tertutup.
16. Gajah-gajah hidup di Atlantis.
17. Tidak mungkin terjadi proses-proses selain proses-proses fisik atau geologis yang menyebabkan kehancuran Atlantis.
18. Banyak mata air panas dan dingin, dengan kandungan endapan mineral, terdapat di Atlantis.
19. Atlantis terletak di dataran pantai berukuran 2000 X 3000 stadia, dikelilingi oleh pegunungan yang langsung berbatasan dengan laut.
20. Atlantis menguasai negara-negara lain pada zamannya.
21. Angin di Atlantis berhembus dari arah utara (hanya terjadi di belahan bumi utara)
22. Batuan Atlantis terdiri dari bermacam warna: hitam, putih, dan merah.
23. Banyak saluran-saluran irigasi dibuat di Atlantis.
24. Setiap 5 dan 6 tahun sekali, penduduk Atlantis berkurban banteng.
Mengingat situs-situs sejarah di Indonesia dan di seluruh dunia yang belum ditemukan bisa jadi dua benua yang hilang itu ada di kawasan Indonesia. Seperti situs megalitik Gunung Padang di Jawa Barat yang sampai sekarang masih belum jelas milik siapa peradaban purba itu ? Situs Megalitik Gunung Padang dipercaya sebagai Stonehenge’nya Indonesia.

Entri Populer