Selasa, 19 Maret 2013

Israel Siksa Anak-anak Palestina Di Penjara




Laporan dari Badan Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Anak-anak (UNICEF) mengatakan anak-anak Palestina yang ditahan di penjara Israel mengalami penyiksaan. Perbuatan Israel itu melanggar hukum internasional.

Stasiun televisi Aljazeera melaporkan, Kamis (7/3), UNICEF memperkirakan saban tahun ada sekitar 700 anak-anak Palestina berusia 12 hingga 17 tahun yang ditahan di penjara Israel yang kini menduduki Tepi barat.

Badan PBB itu juga menyebutkan praktik penyiksaan di penjara Israel itu sangat kejam, tidak berperikemanusiaan, dan melanggar Konvensi Hak Asasi tentang Anak-anak dan Konvensi Menentang Penyiksaan.

Menurut laporan dikeluarkan kemarin, kebanyakan anak-anak Palestina itu ditangkap karena melempari pasukan Israel dengan batu. Pemerintah Israel menyebut lemparan batu itu bisa membunuh tentara Israel.

Perlakuan kejam terhadap anak-anak Palestina itu sudah dimulai sejak mereka ditangkap oleh pasukan Israel, biasanya pada tengah malam, kemudian ditahan hingga dituntut di pengadilan dan dihukum.

"Perlakuan kejam itu termasuk menutup mata anak-anak Palestina ketika mereka ditangkap dan mengikat tangan mereka, lalu penganiayaan fisik dan verbal selama perjalanan ke tempat tahanan," kata laporan itu.

Anak-anak Palestina itu mengalami penyiksaan fisik dan ancaman selama diinterogasi serta dipaksa mengakui perbuatannya. Mereka juga tidak segera diberi layanan pengacara atau kunjungan keluarga selama diinterogasi.

Laporan UNICEF itu berdasarkan 400 kasus yang berhasil dihimpun sejak 2009 melalui sejumlah wawancara dengan anak-anak Palestina, pengacara, dan pejabat Israel, termasuk laporan lembaga swadaya masyarakat, dan laporan pemerintah.

Juru bicara penjara Israel mengatakan hingga kini ada 307 remaja Palestina ditahan di penjara Israel, 108 di antaranya menjalani hukuman penjara. Mereka berumur 16 hingga 18 tahun dan sisanya di bawah 16 tahun.


Sumber :  http://m.merdeka.com

Yesus Bisa Berubah Wujud




Sebuah dokumen berusia 1.200 tahun dalam bahasa kuno Koptik mengungkapkan Yesus ternyata memiliki mukjizat berubah wujud.

Dokumen ini tadinya disimpan dalam perpustakaan Biara Saint Michael di sebuah gurun di Mesir. Daerah itu sekarang bernama Al-Hamuli, bagian barat Faiyum. Biara ini ditutup pada awal abad kesepuluh dan dokumen kuno ini ditemukan pada 1910. Setahun kemudian bankir tajir asal Amerika Serikat J.P. Morgan dan kini menjadi koleksi Morgan Library and Museum di Kota New York, Amerika.

Dokumen itu menceritakan Pontius Pilatus, hakim Yahudi memerintahkan penyaliban Yesus, tanpa diketahui orang lain mengadakan jamuan makan malam bersama Yesus di rumahnya. Yesus kemudian memberkati Pilatus sekeluarga. Dia pun menawarkan putra tunggalnya sebagai pengganti Yesus untuk disalib. "Saya akan memberikan satu-satunya putra saya sehingga mereka bisa membunuh dia menggantikan tempat Anda," kata Pilatius dalam dokumen itu, seperti dilansir stasisun televisi FOX News, Rabu (13/3).

Yesus memuji kebaikan Pilatius dan menolak tawarannya secara halus. Yesus bahkan bilang dia biasa saja kabur dari upaya penyaliban jika mau. "Pilatius kemudian memandang Yesus tanpa berkedip, Yesus hilang dari pandangannya dan dia tidak pernah bertemu Yesus lagi...," tulis dokumen itu.

Pada malam hari setelah Yesus disalib, Pilatius bersama istrinya melihat sebenarnya yang disalib adalah seekor elang.

Menurut Roelof van den Broek dari Universitas Utrecht, Belanda, gereja-gereja Koptik dan Mesir kuno memang menyebut Pilatius sebagai orang suci. "Keajaiban-keajaiban sangat mungkin terjadi, memangnya kenapa cerita kuno tidak bisa dipercaya?"

Karena Yesus bisa berubah wujud inilah, Yudas menggunakan ciuman sebagai cara untuk memastikan orang itu adalah Yesus. "Kemudian orang-orang Yahudi itu berkata kepada Yudas, bagaimana kami bisa menangkap Yesus karena dia tidak hanya memiliki satu rupa, tapi dia bisa berubah bentuk. Kadang wajahnya kemerah-merahan, putih, merah, sewarna tepung, kadang pucat seperti pertapa, kadang muda, kadang seperti orang tua," tulis dokumen itu.

Dokumen ini juga menyebutkan Yesus ditangkap pada Selasa malam bukan Kamis malam.


Sumber :  http://m.merdeka.com

Gereja Yang Menjadi Tempat Sholat Umat Muslim




Gereja Santo Yohanes Penginjil di Kota Aberdeen, Skotlandia, ini menjadi gereja pertama di Skotlandia yang turut menjadi tempat kaum muslim melaksanakan salat.
Stasiun televisi STV melaporkan, Senin (18/3), Gereja Santo Yohanes Penginjil saat ini juga menjadi tempat bagi ratusan umat Islam ingin melaksanakan salat lima waktu saban harinya. Ini lantaran sebelumnya masjid yang terletak dekat daerah itu sangat kecil dan memaksa mereka harus melaksanakan salat di luar ruangan.
Bagian ruang utama gereja itu saat ini telah diserahkan dari Pendeta Isaac Poobalan kepada Imam Ahmad Megharbi dan jemaahnya. Terkadang, jika memang jemaah yang datang banyak, mereka juga menggunakan kapel utama di gereja itu untuk melaksanakan salat.
Meskipun ada beberapa kejadian serupa di mana gereja juga dipergunakan bagi umat Islam untuk melakukan salat seperti di beberapa wilayah di Amerika Serikat, namun kepala Gereja Santo Yohanes Penginjil percaya gereja ini sebagai yang pertama menjadi gereja yang juga digunakan kaum muslim di Skotlandia.
Poobalan (50 tahun) mengatakan dirinya pernah berada di dalam lingkungan Islam ketika besar di India dan hal ini telah membantu dia untuk memahami bahwa baik umat Islam dan Kristen dapat berdoa bersama-sama di Aberdeen.
"Berdoa tidak pernah salah. Pekerjaan saya justru membuat agar orang berdoa. Masjid yang biasa dipakai umat Islam di sini terkadang penuh, dan jika sudah penuh mereka sampai salat di luar dengan keadaan berangin dan hujan," ucap dia.
"Saya tahu saya tidak dapat membiarkan hal ini terjadi sebab itu sama saja saya telah mengabaikan Alkitab yang mengajarkan bagaimana seharusnya kita memperlakukan sesama kita dengan baik," lanjut Poobalan.
Dia mengatakan ketika dirinya menjelaskan hal ini kepada jemaat gereja terkait situasi yang dihadapi umat Islam di daerah itu, seorang jemaat bahkan langsung mengatakan bahwa dia tidak masalah jika gereja itu dipakai juga buat kaum muslim. Ketika itu, dia merasa bahwa tidak ada masalah dari para jemaat.
"Namun, ketika saya ingin berbicara kepada Imam Ahmad mengenai hal ini sempat ada keragu-raguan apakah mereka mau menerima tawaran dari kami sebab ini belum pernah dilakukan sebelumnya. Tetapi, mereka langsung menyambut tawaran kami dan hal ini dapat menjadi hubungan yang positif," ujar Poobalan.
"Apa yang terjadi di sini sangat spesial dan saya rasa tidak masalah mengulangi hal seperti ini di seluruh Skotlandia. Hubungan ini sangat dipenuhi rasa saling menghormati," ucap Imam Ahmad Megharbi.
Uskup Aberdeen, Hugh Edward Gilbert, mengatakan dirinya berharap apa yang dilakukan baik kaum muslim dan Nasrani di Aberdeen dapat mengejutkan semua pihak.
"Inilah yang terjadi antara Gereja Santo Yohanes Penginjil dan masjid di daerah itu. Semua orang bisa melakukan sesuatu secara lokal dan jika ada banyak orang melakukan hal itu maka sesuatu yang besar mungkin saja dapat terjadi secara global. Itu sebabnya mata dunia berada di Aberdeen," ujar Gilbert.


Sumber :  m.merdeka.co

Sabtu, 16 Maret 2013

Kisah Bocah 8 Tahun Menikahi Wanita 61 Tahun


 

Kejadian yang tidak biasa ini membuat banyak orang mengerutkan kening. Bagaimana mungkin anak laki-laki yang masih sekolah dan berusia 8 tahun menikah dengan seorang wanita menikah berusia 61 tahun dan memiliki 5 anak. Mereka lebih cocok sebagai nenek dan cucu dibandingkan suami istri. Tapi kisah nyata ini benar-benar terjadi di Tshwane, Afrika Selatan.
Karena Bisikan Gaib Kakek
Pernikahan ini jelas tidak wajar, ada latar belakang mistis di baliknya. Sanele Masilela, 8 tahun, mendapat bisikan dari sang kakek untuk menikah dengan Helen Shabangu, 61 tahun, dilansir Dailymail. Ibu Sanele mengatakan bahwa sang kakek belum pernah melakukan pernikahan saat masih hidup, dia meminta sang cucu untuk menikahi Helen karena mencintainya. Pernikahan akhirnya diselenggarakan agar arwah sang kakek bahagia.
dailymail

Walaupun alasan pernikahan ini sangat aneh dan menggegerkan warga, semua berjalan lancar. Sanele tampak gagah memakai jas abu-abu dan dasi kupu-kupu, sang mempelai wanita juga tampak cantik dalam balutan gaun pengantin putih. Keluarga Sanele membayar  £500 (sekitar Rp 7,3 juta) untuk mempelai wanita dan menghabiskan £1.000 (sekitar Rp 15 juta) untuk menyelenggarakan pesta pernikahan.
Hanya Pernikahan Ritual
Dalam upacara pernikahan, Sanele dan Helen melakukan pemasangan cincin pengantin dan ciuman di depan 100 tamu. Pernikahan ini sendiri hanya dilakukan sebagai ritual dan tidak dicatat dalam administrasi negara. Dalam artian, setelah pernikahan selesai, Sanele dan Helen tidak hidup bersama seperti pasangan menikah. Sanele kembali sekolah dan Helen kembali pada keluarganya.
dailymail

Menanggapi 'pernikahan dini'nya, Sanele merasa baik-baik saja. Anak laki-laki itu mengatakan bahwa saat sudah dewasa nanti, dia ingin menikah jika dia memang sudah siap. Sementara itu, Helen yang sudah punya suami dan 5 anak mengatakan bahwa pernikahan ini tidak salah, karena untuk menyenangkan hati arwah kakek Sanele. Sang suami dan anak-anak Helen juga tidak keberatan dengan ritual pernikahan ini.


Sumber : dailymail.co.uk

Kamis, 14 Maret 2013

Penyakit Langka Yang Merubah Otot Menjadi Tulang

Seorang mahasiswa di New York mengalami penyakit langka yang hanya dialami oleh sekitar 800 orang di seluruh dunia. Penyakit ini membuat otot-ototnya berubah menjadi tulang. Dokter sulit menyembuhkan karena belum banyak penelitian yang dilakukan untuk memahami penyakit ini.

Joey Suchanek (20 tahun) tercatat masih aktif kuliah di Marist College, New York. Ia mengidap penyakit yang disebut Fibrodysplasia Ossificans Progresif (FOP), penyakit langka yang tak dapat disembuhkan dan menyebabkan jaringan ikat di tubuhnya berubah menjadi tulang.

 
 
 
"Lengan kiri saya membatu dengan sudut 90 derajat dan terkunci pada bagian samping tubuh. Lengan kanan saya juga di sudut 90 derajat, tapi saya bisa melipatnya untuk meraih wajah dan makan sendiri meskipun tidak dapat meregangnya. Ketika masih bayi, tulang yang tumbuh di dekat rusuk mengunci lengan saya sampai saya tumbuh dewasa," ujar Joey seperti dilansir CBS News.

Menurut pengakuan Joey, tidak ada masalah saat dia dilahirkan. Sampai pada satu hari, ia mengalami benjolan di kepalanya. Awalnya dokter menduga benjolan itu adalah kanker dan mengangkatnya, tapi benjolan muncul lagi beberapa bulan kemudian. Setelah diperiksa lagi, ternyata benjolan tersebut bukan kanker.

Karena ketika itu internet belum marak, ayah Joey setiap malam pergi ke toko buku untuk mencari tahu gejala aneh pada anaknya. Mencurigai adanya penyakit langka, Joey lalu dibawa ke ahli genetika saat usianya 2 tahun dan didiagnosis mengidap FOP.

Penyakit ini mempengaruhi pertumbuhannya dan menyebabkan gangguan skoliosis parah. Pinggulnya tak seimbang dan kaki kirinya tumbuh lebih pendek dari kaki kanan. Ia juga mengalami nyeri selama 8 minggu sampai tulangnya berhenti tumbuh. Ketika ini terjadi, Joey tidak mampu berjalan.

"Bagian yang paling menyakitkan adalah pembengkakan, pembengkakan benar-benar intens. Ini benar-benar tak terduga. Dokter tidak bisa berbuat banyak. tapi bisa memperkirakan berapa lama gejalanya akan berlangsung," terang Joey.

Sampai saat ini, ada 2 orang di dunia yang dianggap ahli mengenai penyakit ini, yaitu dr Frederick S. Kaplan, kepala divisi kedokteran ortopedi molekuler di University of Pennsylvania School of Medicine di Philadelphia dan Dr Eileen Shore yang juga dari University of Pennsylvania.

Menurut dr Kaplan, FOP merupakan penyakit yang teramat langka dan hanya menyerang sekitar 1 dari 2 juta orang. Seluruh penderita FOP dilahirkan dengan kelainan bunion, yaitu benjolan pada sendi di pangkal jempol kaki. Kaki adalah bagian terakhir yang tumbuh dalam embrio.

Bayi baru lahir biasanya tidak menunjukkan masalah, tetapi orang tuanya bisa mencurigai jika anaknya terlihat kaku atau tidak bisa merangkak. Sekitar usia 2 - 5 tahun, pembengkakan yang menyakitkan dan terlihat seperti tumor bisa muncul tiba-tiba. Itu adalah respon sistem kekebalan tubuh yang menyerang otot rangka, tendon dan ligamen lalu akhirnya menghancurkan jaringan.

"Alih-alih membentuk jaringan parut dari kehancuran otot, sesuatu dalam sistem kekebalan tubuh memicu pembentukan sel-sel induk yang berpotensi menghubungkan dengan tulang rawan di dekatnya, lalu mengubah sel-sel menjadi tulang, bukan otot baru," terang dr Kaplan.

Karena penyakitnya amat langka dan tak begitu dipahami dokter, Suchanek pun bersedia menjadi wajah kampanye untuk mengumpulkan uang demi penelitian. Dia juga memutuskan untuk menceritakan kondisinya kepada masyarakat internet lewat situs sosial Reddit lewat program Ask Me Anything (AMA).



 
 
Sumber:
detik.

Entri Populer