Sabtu, 01 Juni 2013

Doggerland, Misteri Atlantis yang Hilang?





Hampir semua orang pasti pernah mendengar atau mengetahui tentang kisah Atlantis, namun mungkin masih banyak yang tidak mengenal peradaban kuno Doggerland yang dianggap merupakan urat nadi peradaban di Eropa hingga akhirnya tenggelam akibat naiknya permukaan laut yang membentuk garis pantai UK saat ini.

Bentuk peradaban apakah yang ada di Doggerland? dan dimanakah letak posisinya saat ini? Doggerland adalah sebuah daratan yang luas yang terletak pada ujung utara skotlandia, Denmark dan kepulauan Channel. Diyakini bahwa daratan ini dihuni oleh puluhan ribu penduduk sebelum akhirnya tersapu oleh air laut, tenggelam kedasar laut utara ribuan tahun yang lalu.

Sekarang peradaban Doggerland yang hilang tersebut telah diciptakan kembali dalam bentuk simulasi komputer 3D oleh tim ahli dari Skotlandia, proyek ini telah berjalan selama 15 tahun yang dikerjakan oleh para peneliti dari St Andrews, Dundee dan Aberdeen University. Hasil dari kerja mereka telah dipamerkan di London pada pameran Royal Society Summer Science yang berlangsung hingga bulan Juni 2012 kemarin.


"Nama yang diberikan adalah tepi Doggerland namun itu berlaku untuk salah satu dari beberapa periode dimana saat itu laut utara masih berupa daratan" ujar Dr Richard Bates dari St Andrews University.

"Batas maximum nya adalah sekitar 20 ribu tahun walaupun mungkin sebahagian dari wilayah tersebut tertutup oleh es, dan ketika es mencair semakin banyak daratan yang terungkap tapi permukaan laut juga ikut naik" tambah Dr Richard Bates.

Mendapat bantuan dari perusahaan minyak dan gas berupa data, membuat tim peneliti mampu untuk membuat perkiraan landskap dataran tersebut, dan tidak mengherankan mengapa ditemukan fosil mammoth dan rusa disana. oleh karena hal itu mereka dapat mereka tipe penduduk yang hidup disana.
Fosil dari tulang mammoth menunjukkan bahwasanya daratan tersebut dulunya adalah berupa lembah dan perbukitan yang kemudian tenggelam menjadi dasar lautan.
Diperkirakan umur daratan ini sezaman dengan atlantis dan secara komplit tenggelam didasar lautan pada masa 10-8.000 tahun yang lalu saat kepulauan Inggris terbentuk.


Penduduk Doggerland adalah sekelompok pemburu dan pada masa kini para pelaut dan nelayan di laut utara masih sering menemukan peninggalan artifak dari Doggerland berupa alat-alat untuk melakukan pekerjaan buat manusia saat itu seperti tombak, kapak dan potongan-potongan batu pembuat api.

Pada pameran yang mereka lakukan pada bulan Juni yang lalu mereka memamerkan artefak-artefak yang asli seperti gigi dan tulang hewan serta harpoon (tombak untuk berburu ikan), tombak, serta batu pemantik api.
Kemungkinan Doggerland tenggelam bisa disebabkan oleh banjir besar nabi Nuh, komet yang menghantam bumi atau juga berakhirnya zaman es yang mengakibatkan naiknya permukaan laut secara signifikan. 
 
 
Dihuni puluhan ribu manusia purba. Diduga sebagai 'jantung' Eropa.

Selama ribuan tahun manusia berusaha menelusuri keberadaan Atlantis atau Atlas, kota berperadaban maju yang diungkap Plato dalam bukunya, "Timaeus" dan "Critias", yang tenggelam hanya dalam waktu sehari semalam. Namun hingga saat ini belum ada titik terang.

Meski tak berkaitan langsung dengan Atlantis yang melegenda, baru-baru ini, tim penyelam dan ilmuwan dari Univesity of St Andreews, Inggris mengungkap temuan tentang dunia bawah air yang tenggelam di Laut Utara sekitar 6.500 Sebelum Masehi, atau lebih dari 8.500 tahun lalu. Dijuluki "Atlantis" Inggris.

Disebut Doggerland, ia adalah daratan yang luas dan kering yang terbentang dari Skotlandia hingga Denmark, yang tenggelam di bawah air.

Tim yang terdiri dari ahli iklim, arkeolog, dan geofisikawan saat ini sedang memetakan area bawah laut itu, berdasarkan data yang didapatkan oleh perusahaan minyak yang mengeksplorasi kawasan tersebut. Para ilmuwan juga menemukan, di masa lalu daratan tersebut juga menjadi tempat hidup mammoth -- gajah purba berukuran raksasa. Juga rusa.

Bagaimana dengan manusia yang ada di sana? Para peneliti memperoleh gambaran, daratan yang tenggelam ini sebelumnya memiliki populasi hingga puluhan ribu orang. Mereka hidup di area yang membentang dari selatan Skotlandia, melewati Denmark, dan bawah Selat Inggris, hingga Channel Island.

Dengan populasi sedemikian banyak, area tersebut di masa lalu diduga sebagai 'jantung' Eropa, yang lenyap diduga karena terjangan tsunami dahysat. "Kami bisa memahami orang-orang yang hidup saat itu," kata Richard Bates, ilmuwan dari University of St Andrews, seperti dimuat Daily Mail, 3 Juli 2012.

Fakta dan data soal kota yang tenggelam itu sekaligus menjadi bukti, bahwa kenaikan level air laut telah terjadi sejak lama. "Orang-orang kelihatannya berpikir kenaikan level air laut adalah hal yang baru-- tapi itu adalah bagian dari siklus sejarah Bumi yang terjadi beberapa kali," kata Bates.

Bates menambahkan, penelitian juga menguak misteri Laut Utara yang telah lama menjadi pertanyaan para ilmuwan. "Selama bertahun-tahun kami telah berspekulasi tentang eksistensi daratan yang hilang, berdasarkan tulang yang terjaring para nelayan di Laut Utara. Namun baru ketika kerjasama dilakukan dengan perusahaan minyak, kami mendapat gambaran seperti apa bentuknya."

Saat ini para ilmuwan telah berhasil membuat model flora dan manusia di masa itu, juga membuat gambaran manusia purba yang tinggal di sana dan memahami peristiwa dramatis yang mengubah daratan tersebut untuk selamanya, termasuk, kenaikan level air laut dan tsunami dahsyat.

Sebuah pameran juga digelar, untuk menampilkan cara hidup penduduk Mesolitikum dari Doggerland, melalui artefak yang ditemukan jauh di dasar laut. Termasuk, potongan batu api digunakan oleh manusia kala itu.

Sementara, rekonstruksi menunjukkan gambaran tentang daratan yang berbentuk bukit dan lembah, rawa dan danau luas, dan sungai-sungai besar membentuk garis pantai yang kompleks.

Saat permukaan laut naik, bukit-bukit itu menjadi pulau terisolasi. Dengan meneliti data fosil, seperti serbuk sari, mikrofauna dan makrofauna - para peneliti dapat mengetahui apa jenis vegetasi tumbuh di Doggerland dan apa saja hewan yang berkeliaran di sana.

Tim peneliti saat ini sedang menyelidiki lebih banyak tentang perilaku manusia Doggerland, termasuk misteri batu tegak yang diduga sebagai kuburan raksasa.

"Kami belum menemukan 'lokasi x' yang bisa dijadikan penanda atau landmark. Namun, kami telah menemukan banyak artefak dan fitur-fitur terendam yang sulit dijelaskan itu terbentuk secara alami, seperti gundukan yang dikelilingi parit dan fosil tunggul pohon di dasar laut," kata Bates.

Dia mengakui, hanya sedikit bukti yang masih tersisa, lebih banyak yang terkikis di bawah laut.

Menarik perhatian sejak 1931

Potensi keberadaan peninggalan arkeologi di wilayah Doggerland sejatinya telah menjadi bahan perbincangan di awal abad ke-20. Saat itu palaeobiolog, Clement Reid pada tahun 1913 telah mempelajari fosil tumbuhan purba yang terangkat dari lokasi itu.

Namun, ia baru menarik perhatian publik secara luas pada 1931, saat kapal trol komersial tak sengaja menjaring tengkorak tanduk berduri.
Kapal lain mengangkat sisa-sisa mammoth dan singa. Juga alat prasejarah dan senjata yang digunakan oleh penduduk di kawasan itu.

Pada tahun 1990-an, Profesor Bryony Coles menamakan area itu, "Doggerland".

Selasa, 21 Mei 2013

Kaindy, Hutan Tenggelam Di Kazakhstan

Kaindy adalah danau sepanjang 400 meter yang terletak di Kazakhstan. Lebih tepatnya di Pegunungan Tian Shan, yang terletak 129 km dari kota Almaty.

Danau ini terbentuk setelah terjadinya gempa bumi pada tahun 1911 yang memicu tanah longsor yang menutup jurang dan membentuk bendungan alami. Kemudian air hujan mengisi lembah dan menciptakan danau Kaindy.
Danau ini terkenal karena keindahan alamnya yang menakjubkan, terutama di bagian hutan yang terendam. Di atas air, pohon-pohon pinus tampak menjulang tinggi seperti tiang-tiang raksasa yang muncul dari dalam air.

Di sini, air danau begitu dingin, bahkan di musim panas suhunya tidak melebihi 6 derajat Celcius. Karena air pegunungan ini sangat jernih, Anda dapat melihat jauh ke kedalaman danau. Di musim dingin, permukaan danau yang memiliki kedalaman hingga 30 meter itu akan membeku dan selama waktu ini, Danau Kaindy menjadi tempat yang bagus untuk memancing ikan trout dan menyelam

Tepuis, Negeri Di Atas Awan

Tepuis adalah sebuah pegunungan berbentuk segi empat yang ditemukan di dataran tinggi Guayana, Venezuela. Dalam bahasa orang Pemon, orang-orang yang tinggal di Gran Sabana, Tepuis diartikan sebagai Rumah Para Dewa.

Hal ini dikarenakan letak Tepuis yang sangat tinggi sehingga siapapun yang mendaki gunung ini bisa melihat lautan awan. Destinasi alam yang menakjubkan ini juga menjadi tuan rumah bagi ratusan tanaman endemik dan spesies hewan.

Salah satu puncak tertinggi di Tepuis mencapai ketinggian lebih dari 3.000 meter. Hanya ada tiga dari pegunungan Gran Sabana yang dapat dicapai dengan berjalan kaki, di antaranya adalah Roraima, gunung setinggi 2.180 meter karena paling mudah diakses.

Tepuis adalah sisa-sisa dari sebuah dataran tinggi dari bebatuan pasir yang pada awalnya menutupi kompleks ruang bawah tanah granit antara perbatasan utara dari Amazon Basin dan Orinoco, antara pantai Atlantik dan Rio Negro, selama periode Prakambrium. Menurut Wikipedia, Prakambrium merupakan periode yang dimulai dari pembentukan Bumi sekitar 4500 juta tahun yang lalu hingga evolusi hewan makroskopik bercangkang keras


Selama jutaan tahun, dataran tinggi itu terkikis dan semua yang tersisa terisolasi di atas pegunungan berbentuk segi empat itu. Meskipun puncak tepuis terlihat cukup tandus, sebagaimana dilansir amusingplanet, daerah itu penuh dengan kehidupan.


Sumber :  http://www.merdeka.com

Wadi Al-Salam, Pemakaman Terbesar Di Bumi

Wadi Al-Salam, yang secara harfiah diartikan sebagai Lembah Damai, adalah sebuah pemakaman Islam yang terletak di kota suci Najaf, Irak.

Pemakaman itu meliputi area seluas 1.485,5 hektar dan menjadi rumah bagi jutaan jenazah yang dimakamkan di sana. Najaf sendiri adalah salah satu kota terbesar di Irak, dengan populasi mencapai 600.000 jiwa.

Namun karena jumlah jenazah yang dimakamkan di Wadi Al-Salam bertambah banyak, pemekaran daerah hingga 10 km di sepanjang lembah. Menariknya lagi, Wadi Al-Salam juga merupakan satu-satunya pemakaman di dunia, di mana proses pemakaman masih terus berjalan sejak lebih dari 1.400 tahun yang lalu.

Sebagaimana diberitakan amusingplanet, pekuburan memegang peranan penting dalam keyakinan Syiah, seperti yang telah dikatakan bahwa jiwa dari semua pria dan wanita yang setia akan pindah ke sana, tidak peduli di mana tubuh mereka telah dikuburkan. Banyak nabi, raja, pangeran dan sultan berbaring di pemakaman ini, termasuk dari Nabi Hud, Nabi Saleh, dan Ayatullah Sayyid Muhammad Baqir al-Sadr, serta Ali bin Abi Thalib.

Photo by amusingplanet
Wadi Al-Salam memiliki makam yang dibangun dengan batu bata atau plester dengan tingkat yang berbeda. Dan umumnya, jenazah yang berasal dari keluarga kaya memiliki makam berkubah. Di sini, Anda juga dapat menemukan pemakaman bawah tanah.
Photo by amusingplanet
Selama perang Irak pada tahun 2003, pejuang bersenjata dari milisi Irak sering menggunakan pemakaman ini sebagai tempat bersembunyi dan mengintai musuh. Tentara Amerika tidak dapat memasuki daerah tersebut karena Wadi Al-Salam dipenuhi jalur berliku dan makam bawah tanah.

Namun, kekerasan yang melanda Irak sejak tahun 2003 telah menyebabkan ekspansi besar-besaran pada Wadi Al-Salam. Pemakaman tersebut berkembang pesat setiap tahunnya sejak 2004. Pertama saat bentrokan melawan pasukan Amerika, perang sektarian tahun 2006-2007 ketika Syiah dan Sunni saling membunuh, dan akhirnya pada tahun 2008, terjadi pertempuran dengan tentara Irak. Namun dalam beberapa tahun terakhir, pertumbuhan Wadi Al-Salam sedikit melambat.
Sources: UNESCO, BBC, Gorillasguides, Theshiapedia

Selasa, 14 Mei 2013

Freemason Penyebar Ajaran Individu Sekuler


Saya yakin, anda tidak pernah tahu, bahwa sebenarnya para Mason adalah guru yang membangun agar suatu negara sekuler akan menjadi negara sekuler yang mapan sesuai yang dicita-citakan oleh Francis Bacon pencetusnya, yang mana cita-cita Francis Bacon ini menjadi inspirasi jiwa Freemasonry.  Anda tidak akan tahu, karena Freemason sudah ratusan tahun hanya difitnah sebagai kelompok orang yang licik dan jahat dengan segala macam teori konspirasinya. Yang kita dapatkan selalu saja  cerita-cerita fitnah itu, tanpa kita tahu alasannya mengapa difitnah, dan juga kita tidak menyadari bahwa apa yang kita terima adalah suatu cerita fitnah. Di negara kita Indonesia, kini fitnahnya justru jauh lebih bergaung daripada informasi apa tujuan sebenarnya dari organisasi Freemason.

Pada dasarnya pekerjaan para Mason di masyarakat adalah menjadi pagar penjaga agar norma-norma yang dikembangkan dalam sebuah masyarakat sekuler tetap terjaga utuh. Mereka senantiasa dari abad ke abad, menjadi pencerah lingkungannya, agar masyarakat dapat mengadopsi nilai-nilai sekuler. Para Mason pula yang telah menjadi pendukung terjadinya gerakan revolusi Perancis agar bebas dari pemerintahan tirani monarki absolut, menjadi negara republik yang mempunyai UUD dengan hukum positip.

Apa itu nilai-nilai sekuler yang diperlukan oleh masyarakat sebagai individu penopang negara sekuler?

Negara sekuler adalah sebuah negara yang menggunakan hukum positip sebagai pengatur geraknya. Bila dibandingkan dengan hukum agama – maka hukum positip ini akan senantiasa berubah secara dinamis,  berkembang sesuai dengan perkembangan sistem nilai, norma, dan kebutuhan masyarakat dalam mencari kondisi yang lebih baik dan harmonis. Sementara itu hukum agama tak mungkin boleh diubah-ubah. Perbedaan penggunaan hukum  (hukum agama dan hukum positip) suatu negara inilah yang pada dasarnya menjadi benturan antara kelompok agama dan kelompok sekuler.

Dari sejarah di awal-awal abad dimana negara selalu dikuasai oleh kelompok agama dengan hukum agamanya, telah  meninggalkan sejarah  peperangan panjang berabad-abad. Disinilah, pihak Freemason beranggapan bahwa mengatur masyarakat yang isinya penuh dengan keragaman budaya dan agama itu, diperlukan suatu hukum lain yang bebas dari pengaruh agama tertentu. Dengan kata lain, hukum yang digunakan dalam negara itu sama sekali tidak menggunakan hukum agama tertentu, tetapi hukum positip yang kemudian disebut sebagai  negara sekuler sebagaimana yang diimpikan oleh Francis Bacon.   Karena itulah Freemason mempunyai tugas menjaga  cita-cita sekulerisme itu. Agar nasib anak cucu kita tidak selalu berperang antar agama.



 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
Perlu sistem nilai dan norma universal

Bagaimana agar kita selalu damai, maka dibutuhkan suatu jembatan sistem nilai dan norma yang bisa berlaku secara umum – bagi semua kelompok agama maupun kelompok budaya. Filosofi ini merupakan pencerahan abad pertengahan.

Sementara itu, dalam berbagai agama maupun budaya, kita pasti sudah tahu, terdapat banyak sistem nilai yang sama, yang dapat diangkat sebagai sistem nilai positip sebagai sistem nilai bersama. Sistem nilai yang sama inilah yang kita gunakan. Sistem nilai itu biasa kita sebut sebagai sistem nilai universal. Tetapi sistem nilai universal ini haruslah tetap dijaga agar kedamaian senantiasa bisa dicapai.

Maka tugas para Masonic inilah yang senantiasa mengajarkan secara terus menerus tentang sistem nilai dan norma masyarakat yang sesuai dengan cita-cita Francis Bacon pencetus ide negara dengan hukum sekuler itu. Yaitu dipisahkannya antara urusan pemerintahan dan urusan agama, serta berbagai keputusan negara berdasarkan rasionalitas dan sains. Dalam hal ini, dalam negara sekuler,  Agama menjadi tanggung jawab pribadi dan keluarga.

Di berbagai belahan dunia, kelompok Freemason senantiasa mempelajari peradaban manusia dan perkembangannya  untuk kemudian mencari sistem nilai positip mana diantara kelompok yang dapat digunakan untuk menjembatani semua kelompok anggota masyarakat. Inilah pekerjaan utama Freemason. Untuk kemudian sistem nilai dan norma itu perlu diangkat menjadi sistem nilai dan norma bersama.

Francis Bacon sendiri hidup sebelum organisasi Freemason didirikan, namun pemikiran-pemikirannya menjadi inspirasi gerakan organisasi Freemason agar ajarannya bisa diteruskan dan disebarkan ke masyarakat luas.



 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
Nilai-nilai apa yang harus dijunjung individu sekuler?

Sebuah negara sekuler, adalah sebuah negara yang mempunyai Undang-Undang Dasar (bandingkan dengan negara monarki absolut ataupun negara Agama yang tidak mempunyai UUD) yang disusun oleh sebuah konstitusi negara. UUD berisi filosofi bernegara dan bermasyarakat. Dalam sebuah negara sekuler, filosofi UUD merupakan filosofi yang diemban oleh masyarakat. Karena itu apabila filosofi berpikir masyarakat berubah, dengan sendirinya akan menuntut perubahan UUD juga melalui sebuah referendum atau persetujuan mayoritas masyarakat negara itu. Gerak seperti ini disebut sebagai gerak masyarakat yang demokrasi.

UUD sebuah negara adalah sumber dari segala hukum yang senantiasa dikembangkan dalam negara itu. Karena itu UUD dan hukum negara harus bisa memenuhi aspirasi setiap warganya dan setiap warga dapat mempercayai hukum tersebut. Dengan kata lain, bahwa UUD dan hukum berlaku dan sesuai bagi setiap warganya, yang artinya nilai-nilai yang berada dalam UUD adalah sebuah tata nilai yang universal.

Sebuah negara sekuler akan menjunjung nilai-nilai yang universal yang bisa menghubungkan satu kelompok dengan kelompok lainnya dalam kepluralitasan masyarakat.

Secara spesifik sistem nilai dan norma universal itu kita kenal dalam negara sekuler dimanapun adalah:

1. Saling menghormati antar anggota masyarakat. Menghormati dalam bentuk kesamaan derajat dan tidak mendiskriminasi. Dalam hal ini dalam negara sekuler melihat bahwa setiap anggota suatu agama ataupun kelompok mempunyai hak hidup dan kehormatan yang sama sebagai warga.

2. Setiap anggota masyarakat mempunyai hak sama di mata hukum.

3. Berkebebasan pendapat.

Ketiga sistem nilai dan norma yang nampak sangat sederhana itu, namun juga seringkali justru sangat sulit diwujudkan. Karena setiap kelompok budaya ataupun agama mempunyai nilai-nilai yang harus dijunjungnya. Nilai-nilai yang baik dan yang buruk. Yang salah dan yang benar. Yang sakral dan yang profan. Yang bisa jadi justru mencederai sistem nilai dan norma sekuler itu jika dipaksakan sebagai norma umum. Inilah seni hidup yang harus diajarkan oleh setiap anggota Mason di lingkungan dimana ia hidup sebagai guru agar manusia senantiasa damai bermasyarakat.

Sumber: http://hajingfai.blogspot.com/

Entri Populer