Senin, 27 Februari 2012

Bank Dunia Jangan Lagi Dipimpin Orang Amerika


Presiden Bank Dunia (World Bank) Robert Zoellick (World Bank)


Selama ini posisi top di Bank Dunia diisi pejabat AS, sedangkan Eropa dapat porsi di IMF.

 

Negara-negara berkembang terkemuka meminta Bank Dunia menghentikan tradisi bahwa lembaga keuangan internasional itu harus dipimpin pejabat dari Amerika Serikat. Bagi mereka, sudah saatnya Bank Dunia membuka kesempatan bagi para ekonom atau pejabat non Amerika untuk memimpin.

Menurut kantor berita Reuters, saran itu dikemukakan para pejabat keuangan dari Brazil, Rusia, India, China, dan Afrika Selatan. Mereka bertemu di sela-sela forum menteri keuangan dan gubernur bank sentral dari 20 negara maju dan berkembang (G20) di Mexico City, Meksiko akhir pekan lalu.

"Para kandidat Presiden Bank Dunia harus berdasarkan kemampuan, bukan kewarganegaraan," kata Menteri Keuangan Brazil, Guido Mantega. Seorang pejabat yang hadir dalam pertemuan khusus itu mengungkapkan bahwa mereka akan mengutarakan kemungkinan mengajukan kandidat presiden baru Bank Dunia, untuk mengimbangi calon dari AS.

Situasi ini muncul setelah Presiden Bank Dunia saat ini, Robert Zoellick, berencana pensiun di akhir Juni 2012. Sebelum memimpin Bank Dunia, Zoellick adalah wakil menteri luar negeri AS dan juru runding perdagangan bagi Negeri Paman Sam.

Mengikuti tradisi dari pertemuan Bretton Woods 1944, muncul keharusan bahwa Bank Dunia harus dipimpin warga Amerika, sedangkan jatah untuk mengetuai Dana Moneter Internasional (IMF) merupakan porsi bagi pejabat Eropa.

Tradisi itu yang kini coba didobrak sejumlah negara berkembang. Merujuk pesatnya perekonomian negara berkembang dan saat Eropa dan AS didera krisis ekonomi dalam beberapa tahun terakhir, tradisi kepemimpinan Bank Dunia dan IMF itu harus diubah.   

"Sudah saatnya kita mendobrak tradisi bahwa AS dan Eropa masih berbagi kekuasaan di IMF dan Bank Dunia. Kita semua harus berupaya lebih keras kali ini untuk mencari konsensus soal itu," kata Menteri Keuangan Afrika Selatan, Pravin Gordhan.

Di Bank Dunia sendiri sudah ada sejumlah ekonom dari negara-negara berkembang yang menduduki posisi penting. Kepala ekonom Bank Dunia berasal dari China, sedangkan dua dari tiga direktur pelaksananya berasal dari Mesir dan Indonesia. Nama mantan Menteri Keuangan RI Sri Mulyani yang kini menjadi pejabat di Bank Dunia menjadi salah satu kandidat kuat. Namanya unggul dalam polling yang diselenggarakan lembaga ini.


sumber ; (umi)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Entri Populer